atas

Ada Kembang Setaman di Parkiran Ambarrukmo

Sabtu, 13 Apr 2019 | 00:30:19 WIB, Dilihat 685 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Ada Kembang Setaman di Parkiran Ambarrukmo Para model menampilkan karya-karya desainer dalam Parade fesyen ‘Kembang Setaman’ di parkiran Royal Ambarrukmo Hotel, Jumat (12/4/2019). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Triv Berbagi Ilmu Crypto Trading yang Aman


KORANBERNAS.ID -- Parade fesyen ‘Kembang Setaman’ kembali digelar, Jumat (12/4/2019). Ada yang menarik dalam parade yang dihelat Royal Ambarrukmo Yogyakarta tahun ini.

Alih-alih di catwalk, parade fesyen bertajuk "Lokatara" kali ini diselenggarakan di parkiran Royal Ambarrukmo. Para model berlenggak-lenggok mengitari Basement P4 hotel tersebut.

Sebanyak 12 desainer ikut ambil bagian dalam gelaran fesyen bertema besar mode industrial yang lekat dengan warna kromatis dan potongan desain yang lebih maskulin tersebut. Konsep ‘ready to wear’ menjadi basis kreasi para desainer terpilih dalam gelaran fesyen kali ini.

Sesuai dengan arti dari ‘Lokatara’ yang diambil dari bahasa Sansekerta dengan arti harfiah ‘luar biasa’, Kembang Setaman kali ini menjadi wadah bagi para penggiat dunia mode untuk terus berkarya dengan tema yang terkurasi.

"Kami menggandeng dua belas desainer pilihan dari Jakarta, Semarang dan Yogyakarta," ujar Khairul Anwar, creative director dari rentetan ‘Kembang Setaman’ Royal Ambarrukmo Yogyakarta disela acara.

Ke-12 desainer yang hadir diantaranya Caroline Rika Winata, Jennifer Ariani Santoso, Nick Djatnika, Novibamboo, Endarwati, Adjie Subing, Darie Gunawan, Siska Pramintan, Theo Ridzky, Djoko Margono, Ariesanthi dan Mucha. Mereka menampilkan siluet tegas dengan warna berkarakter serta material yang mengambil ilham dari para pekerja industri atau pabrik, arsitektural moderen dan kesadaran akan tanggung jawab pada lingkungan hidup.

Para desainer mempresentasikan karya orisinilnya pada 16 model wanita dan 8 model pria terbaik di Yogyakarta dan Semarang. Gerakan peduli bumi tak hanya mengacu pada penggunaan bahan daur ulang, barang purna-guna dengan pengaturan estetis para desainer, bahan pewarna alam serta kampanye melalui sketsa desain yang penuh makna juga digunakan.

"Bahkan buket bunga artisan karya karen florist ditampilkan pula dengan menonjolkan seruan tanpa plastik, bunga kering yang lebih awet hingga material kertas dekoratif daur ulang," paparnya.

Gelaran fesyen tersebut, lanjut Awang-sapaan Anwar memiliki tujuan dan kampanye dengan tujuan baik. Bila sebelumnya memberi himbauan untuk menyayangi fauna pada seri pertama, fesyen yang berkesinambungan melibatkan komunitas pada seri kedua ‘Renjana’ dan mengapresiasi keindahan lanskap alam di seri ketiganya ‘Puspa Rama Rama’.

“Tantangan kedepannya bukan sekadar melahirkan karya yang mampu menarik penikmat mode untuk menggunakannya dengan dasar eksistensi diri, tetapi kami juga ingin menyuguhkan sesuatu yang tak putus dalam lingkaran konsumen dan produsen. Keberadaan kembang setaman ini diharapkan menjaga semangat ini untuk memberi peluang, aktualisasi citra diri, apresiasi dan juga konsistensi dalam dunia fesyen yang akan terus berkembang, di Yogyakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya," imbuhnya.(yve)



Sabtu, 13 Apr 2019, 00:30:19 WIB Oleh : Sholihul Hadi 359 View
Triv Berbagi Ilmu Crypto Trading yang Aman
Jumat, 12 Apr 2019, 00:30:19 WIB Oleh : Sholihul Hadi 221 View
DIY Peroleh Tambahan 45 Ribu Pemilih
Jumat, 12 Apr 2019, 00:30:19 WIB Oleh : Sholihul Hadi 391 View
Tak Hanya Bersih Masjid juga Harus Makmur

Tuliskan Komentar