atas1

ACT DIY - Pemkab Gunungkidul Kerahkan 12 Truk Tangki

Jumat, 09 Agu 2019 | 20:18:56 WIB, Dilihat 126 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


ACT DIY - Pemkab Gunungkidul Kerahkan 12 Truk Tangki Pelepasan armada truk tangki air, Jumat (9/8/2019), dari halaman Pemkab Gunungkidul. (istimewa)

Baca Juga : Tambakrejo Dikukuhkan Jadi Desa Tangguh Bencana


KORANBENAS.ID -- Semakin meluasnya dampak kekeringan yang melanda Kabupaten Gunungkidul membuat Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) merespons lebih masif dengan mengerahkan 12 armada truk tangki untuk membantu warga, Jumat (9/8/2019).

Acara yang digelar di halaman Bangsal Sewokoprojo yang berkolaborasi dengan pemerintah setempat itu dihadiri Bupati Gunungkidul, Badingah, BPBD serta mitra donatur yang ikut serta dalam program Humanity Mobile Water Tank.

Kepala Cabang ACT DIY Bagus Suryanto menyampaikan, pada prinsipnya ini merupakan kegiatan droping air bersih yang berjalan sejak bulan Juni lalu dan merupakan droping air yang ke 15.

“Harapannya program ini bisa memenuhi kebutuhan air masyarakat Gunungkidul, sekaligus sebagai peresmian program Humanity Mobile Water Tank,” ujarnya.

Bupati Gunungkidul, Badingah, mengapreasiasi langkah ACT yang peduli atas bencana kekeringan di Gunungkidul.

“Untuk saat ini yang terpapar kekeringan ada di 14 kecamatan dan sekitar 134 ribu jiwa terdampak. Kita coba optimalkan PDAM tetapi belum bisa terpenuhi karena geografis Gunungkidul yang tidak memungkinkan,” kata dia.

Pelepasan iring-iringan truk tangki ditandai pengangkatan bendera oleh Kepala Cabang ACT DIY serta Bupati Gunungkidul.

Sejumlah 12 truktangki itu langsung melakukan droping air bersih di Kecamatan Nglipar, Patuk, Gedangsari, Semin, Ngawen, Karangmojo, Ponjong, Tepus, Rongkop, Tanjungsari serta Semanu.

Menurut Bagus, program droping air bersih bukan merupakan solusi bagi masalah kekeringan tahunan yang melanda Gunungkidul.

“Droping air bersih adalah bentuk respon darurat kita untuk menyediakan air bagi masyarakat. Kita tidak tinggal diam melihat ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air atau terpaksa menjual hasil ternak hanya untuk membeli air kebutuhan sehari hari,” tambahnya

Selain program droping air bersih, secara perlahan ACT melalui brand Global Wakaf juga membangun belasan sumur wakaf di Kabupaten Gunungkidul untuk mengatasi permasalahan kelangkaan air setiap tahunnya.

Hingga saat ini sumur wakaf yang sudah terbangun 18 titik, dan akan terus dibangun dua sumur per bulan dengan biaya Rp 50 juta per sumur, kedalaman antara 50-100 meter beserta instalasinya. (sol)



Jumat, 09 Agu 2019, 20:18:56 WIB Oleh : Nila Jalasutra 117 View
Tambakrejo Dikukuhkan Jadi Desa Tangguh Bencana
Jumat, 09 Agu 2019, 20:18:56 WIB Oleh : Sholihul Hadi 181 View
GL Zoo Beri Lima Sapi untuk Takmir Masjid
Jumat, 09 Agu 2019, 20:18:56 WIB Oleh : Masal Gurusinga 157 View
Tiap Tahun Masih Ada Desa yang Bermasalah

Tuliskan Komentar