atas1

86 Desa Dipertemukan untuk Angkat Potensi Ekonomi

Selasa, 18 Jun 2019 | 16:58:43 WIB, Dilihat 171 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


86 Desa Dipertemukan untuk Angkat Potensi Ekonomi Priyo Handoyo didampingi Ketua Tim Inovasi dan Pendamping Desa Kabupaten Sleman, Haryo Yudanto. (nila jalasutra/koranbernas.id)

Baca Juga : Kebumen Anggarkan Rp 1 M untuk Menghindari Penutupan Jalan oleh PT KAI


KORANBERNAS.ID--Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sleman akan meluncurkan program Bursa Inovasi Desa yang menjadi prioritas DPMD Sleman pada 2019.

Kepala DPMD Sleman, Priyo Handoyo menjelaskan Bursa Inovasi Desa digagas agar pemanfaatan dana desa menjadi lebih optimal. Sebab berdasar data, hingga 2018 lalu, dana desa lebih banyak dimanfaatkan untuk infrastruktur.

“Tahun ini dana desa kami fokuskan lebih ke pengembangan ekonomi,” jelas Priyo kepada awak media, Selasa (18/6/2019).

Bahkan lanjut Priyo, melalui Bursa Inovasi Desa ini, 86 desa yang ada di Sleman akan dipertemukan dan bisa saling bertukar ilmu. Bursa ini juga berkaitan dengan pengembangan BUMDes.

Ketua Tim Inovasi dan Pendamping Desa Kabupaten Sleman, Haryo Yudanto menjelaskan, dalam bursa tersebut satu desa bisa mencontoh program dari desa lain yang sudah berjalan.

Program yang dicontoh sebisa mungkin menyesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing desa. Satu desa pun bisa mencontoh program desa dari provinsi lainnya.

Empat prioritas program tersebut antara lain pengembangan kewirausahaan, peningkatan SDM, optimalisasi infrastruktur, serta pemenuhan kebutuhan air untuk pertanian.

“Fokusnya adalah mengarahkan pengembangan ekonomi menuju desa mandiri,” papar Haryo.

Pemkab Sleman disebut menerima dana desa dengan total Rp 99 miliar untuk tahun 2019 ini. Dana tersebut digelontorkan oleh pemerintah pusat.

Menurut Priyo Handoyo dana tersebut dibagikan kepada 86 desa.

“Rata-rata tiap desa mendapat 1 miliar lebih,” ujar Priyo.

Mengingat alokasi dana yang besar, Priyo pun mengimbau agar dana tersebut dimanfaatkan untuk pengembangan sektor lain. Selama ini diakui porsi dana desa lebih banyak dimanfaatkan untuk pembangunan fisik alias infrastruktur.

Karena itu diungkapkan Priyo, bahwa upaya pemanfaatan dana ke sektor ekonomi sudah dilakukan sejak 2017, namun belum optimal lantaran berbagai faktor. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman tentang pemanfaatan dana desa.

DPMD Sleman pun memutuskan untuk meluncurkan program Bursa Inovasi Desa. Tiap desa bisa bertukar ilmu tentang pemanfaatan dana desa sesuai kebutuhannya.

“Kami mendorong agar seluruh desa berfokus untuk pembangunan ekonomi secara mandiri, dengan memanfaatkan dana tersebut,” jelas Priyo.

Indikator dasar desa mandiri sudah tercantum dalam UU 6/2014. Pembentukan BUMDes menjadi salah satu upaya untuk mencapai indiktor tersebut.

Saat ini sudah ada 40 BUMDes yang terbentuk di Sleman. Dan sejumlah desa akan didorong untuk mencapai status mandiri. Ada 17 desa percepatan mandiri yang diupayakan terbentuk pada tahun 2019 ini. (SM)



Selasa, 18 Jun 2019, 16:58:43 WIB Oleh : Nanang WH 247 View
Kebumen Anggarkan Rp 1 M untuk Menghindari Penutupan Jalan oleh PT KAI
Selasa, 18 Jun 2019, 16:58:43 WIB Oleh : Nila Jalasutra 182 View
Sejumlah 425 Anak di Sleman Ikuti Lomba Kreativitas
Selasa, 18 Jun 2019, 16:58:43 WIB Oleh : Sholihul Hadi 167 View
Daerah Tanpa Internet Justru Dicari

Tuliskan Komentar