atas

47 tahun Teater Alam, dari Mementaskan Monserrat Hingga Menerbitkan Buku

Senin, 31 Des 2018 | 19:49:58 WIB, Dilihat 773 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


47 tahun Teater Alam, dari Mementaskan Monserrat Hingga Menerbitkan Buku Penyerahan Buku Trilogi Teater Alam oleh tim penyusun buku, Yudiaryani, Bambang JP, Roso Daras dan pimpinan produksi Edo Nur Cahyo kepada Dinas Kebudayaan DIY di Amphiteater Taman Budaya Yogyakarta, Minggu (23/12/2018). (istimewa)

Baca Juga : ACT DIY dan UII Berangkatkan Truk Kemanusiaan ke Banten


KORANBERNAS.ID -- Teater Alammempereringati Hari UIang Tahun (HUT) ke 47. Kegiatan dibagi dalam tiga rangkaian. Agenda Pertama, Pementasan Monserrat karya Emmanuel Robles yang disutradarai Puntung CM Pudjadi dan dimainkan anggota Teater Alam lintas generasi. Telah sukses memukau penonton Sabtu (8/12/2018) lalu di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta.

Dilanjutkan agenda kedua, yaitu penyusunan buku Trilogi Teater Alam yang telah pula didiskusikan dalam bedah buku pada Minggu (23/12/2018) di Amphi Teater Taman Budaya Yogyakarta.

Buku Trilogi yang meliputi Biografi Azwar AN, Sejarah Teater Alam dan Kesaksian para kerabat Teater Alam ini secara intensif telah dikerjakan sejak bulan Juli 2018. Tim yang terdiri dari Bambang J. Prasetya, Daru Maheldaswara, Sigit Sugito, Gede Mahesa, Odi Salahudin, Nur Iswantara, Wahyono Giri MC dan Latief S. Nugraha.

Sementara Roso Daras dan Prof. Dr. Hj. Yudiaryani, MA bertindak sebagai penyelaras akhir sekaligus penyunting utama. Meskipun belum seluruhnya sempurna, buku Trilogi Teater Alam ini diharapkan dapat menjadi proses literasi bagi khalayak, khususnya para meminat seni budaya dan seni teater.

Bedah buku Trilogi Teater Alam di Amphiteater Taman Budaya Yogyakarta, Minggu (23/12/2018). (istimewa)


Agenda ketiga, Sebagai puncak acara perayaan Ulang Tahun Teater Alam ke 47, akan digelar di Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta, Kamis (3/1/2019). Acara ini akan dimeriahkan oleh Pantomime dan Musik Oleh Jemek Supardi dan Memet CS serta pidato kebudayaan yang akan disampaikan oleh anggota Teater Alam yang juga sebagai Dekan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Yogyakarta, Guru Besar Prof. Dr. Hj. Yudiaryani, MA.

Pidato Kebudayaan Oleh Prof. Dr. Hj. Yudiaryani, MA.Pidato Kebudayaan yang akan disampaikan oleh anggota Teater Alam yang juga sebagai Dekan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Yogyakarta, Guru Besar Prof. Dr. Hj. Yudiaryani, MA.

Tema pidato “Melacak Jejak Sumber Kreativitas Seni Membangun Nilai-Nilai Kebangsaan Indonesia” ini Menurut Tim Kreatif yang terdiri dari, Roso Daras, Edo Nurcahyo, Sigit Sugito, Udik Supriyanto dan Bambang Wartoyo, menjadi penting dikedepankan. Karena situasi sosial politik yang dihadapi bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan masa depan.

Acara ulang tahun Teater Alam ke 47 ini diharapkan akan memberi sumbangsih perspektif pada persoalan Kebudayaan dan Peradaban yang tengah berlangsung. Bagaimanapun situasi kondisi dimana politik menjadi panglima yang terjadi di Indonesia telah menggerus nilai-nilai kebangsaan yang mengakibatkan konflik horizontal yang belum berkesudahan.

Sehingga melupakan hal-hal yang sebenarnya utama dan penting, seperti pendidikan manusia seutuhnya, misalnya, menjadi terabaikan oleh masalah-masalah politik kepentingan sesaat.

Pada posisi itu Teater Alam sebagai sebuah kelompok atau sanggar yang telah bertahan selama 47 tahun, ingin mencoba memberikan sentuhan tersendiri pada ulang tahunnya kini. Tidak saja dengan pementasan teater untuk terus mengasah kreatifitas penciptaan, tetapi juga menerbitkan buku sebagai bagian integral proses literasi untuk mengembangkan pengetahuan
yang tidak saja tertulis dalam sejarah perjalannya. Tetapi lebih utama daripada itu adalah untuk memacu langkah maju menapaki masa depan yang lebih baik.

Sekilas tentang Teater Alam, kelompok teater tertua di Yogyakarta ini didirikan Azwar AN bersama Moortri Purnomo, Merit Hendra, Yoyok Aryo, Gati Handoko dan Abdul Kadir pada 4 Januari 1972. Naskah lakon karya Azwar AN yang berjudul Di Atas Langit Ada Langit, menjadi pentas perdana menobatkan lahirnya Teater Alam Yogyakarta.

Secara terus menerus sampai dengan hari ini, Azwar AN bersama Teater Alam giat menggelar beberapa pementasan yang tertoreh dalam sejarah teater modern Yogyakarta.

Antara lain Si Bakhil, Dance and Pantomime, Dokter Gadungan, Obrok Owok Owok Ebrek Ewek Ewek, Ketika Bumi Tak Beredar, Qasidah Al Barzanji, Langit Hitam, Tahanan, Trilogi Sophocles: Oedipus Sang Raja, Oedipus di Colonus, Antigone serta Caligula, adalah beberapa repertoar yang pernah diproduksinya bersama Teater Alam. Sempat pula membawakan Qasidah Al Barzanji pentas melawat ke Malaysia, mewakili Indonesia dalam  Kuala Lumpur Art Festival II. (yve)



Senin, 31 Des 2018, 19:49:58 WIB Oleh : Sholihul Hadi 471 View
ACT DIY dan UII Berangkatkan Truk Kemanusiaan ke Banten
Senin, 31 Des 2018, 19:49:58 WIB Oleh : Nila Jalasutra 323 View
Selain Dana, Baznas Tasyarufkan Gerobak
Senin, 31 Des 2018, 19:49:58 WIB Oleh : Nanang WH 899 View
Mahar Pernikahan Budi dan Yuli Sepasang Sandal Jepit

Tuliskan Komentar