atas1

22 Tahun, Shaggydog Mengguncang Lapas Wirogunan

Rabu, 05 Jun 2019 | 19:42:13 WIB, Dilihat 273 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


22 Tahun, Shaggydog Mengguncang Lapas Wirogunan Shaggydog mengguncang lapas wirogunan dengan lagu-lagu hit mereka, diikuti goyang reggae para penghuni lapas dalam acara peringatan ulang tahun ke 22 grup band Shaggydog di Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan, Yogyakarta, Senin (3/6/2019). (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Putri Manohara dan Sate Jawa Ramaikan Sajian Spesial Idul Fitri di TWC


KORANBERNAS.ID -- Siapa tak kenal Shaggydog? Band ska, reggae asal kota Yogyakarta itu kini berumur 22 tahun. Bagi sebuah band tentunya bukan lagi saat untuk bermain-main. Meski tak kurang-kurangnya menggelar konser diluar negeri, hingga menjadi grup band yang terpilih untuk masuk kedalam album kompilasi musisi Jepang hingga Republik Ceko.

Namun 22 tahun Shaggydog adalah bagaimana mencari cara untuk menjaga idealisme agar mampu berpacu dengan kebutuhan. Beranggotakan Heruwa, Richad, Raymond, Bandizt, Lilik dan Yoyo, Shaggydog sepakat untuk menyebut musik yang mereka mainkan sebagai “Doggy Stylee”. yaitu perpaduan antara beberapa unsur musik seperti ska, reggae, jazz, swing dan rock. 

Shaggydog sudah kenyang mengalami masa pasang surut-nya bermain musik. Mulai dari menghibur acara kemerdekaan di sudut kampung Sayidan sampai mengguncang panggung sekelas South by Southwest (SXSW) di Amerika sudah mereka lakoni. Dengan jadwal panggung yang tidak pernah sepi, tampaknya mereka belum akan berhenti. 

Merayakan ulang tahun kali ini, Shaggydog ingin membagi kebahagiaan dengan sesama. Bersama warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wirogunan, Yogyakarta, Shaggydog menggelar konser mini mereka didalam Lapas, Senin (3/6/2019). 

Kegiatan ini juga menghadirkan KH. Miftah Maulana Habiburrohman (Gus Miftah), pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Tundan, untuk memberi tausiah bagi warga binaan. Dalam tausiahnya Gus Miftah menekankan pentingnya manusia tahu manakalanya harus nge-rem dan nge-gas. 

"Manusia dibekali rem dan gas, tapi kadang lepas kontrol. Sehingga kebablasen dimana saat harus nge-rem dan nge-gas, kau ngerti kowe do neng kene ki merga kebablasen nge-gas, lali nge-rem," ujar Gus Miftah.

Gus Miftah memang sangat identik dengan ustad yang rutin mengisi pengajian ditempat-tempat remang-remang. Gus Miftah mengaku sudah belasan tahun mengisi pengajian di wilayah Pasar kembang (Sarkem), Yogyakarta. Bahkan dulu sering mendapat penolakan dari oknum setempat. Tapi dengan gaya dakwah yang khas ini, Gus Miftah kini lebih mudah diterima.

Seperti juga Gus Miftah, Shaggydog yang selalu melantunkan kehidupan sehari-hari memang tidak jauh dari problematika sosial kalangan bawah masyarakat. Bukan rahasia lagi bahwa lagu mereka juga banyak disukai oleh warga binaan karena kedekatan dengan pengalaman keseharian. 

Sebut saja lirik lagu Sayidan yang pernah diganti liriknya oleh para warga binaan untuk lebih bisa menggambarkan keseharian mereka didalam hotel prodeo. Jadi bukan suatu hal yang mengagetkan jika grup musik yang berasal dari kampung Sayidan ini memutuskan untuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang kurang beruntung ini. 

Kepala Lapas Wirogunan Satriyo Waluyo menyampaikan, hal seperti ini baru pertama kali dilakukan grup band manapun yang menggelar panggung konser didalam Lapas. Walaupun ini murni inisiasi Shaggydog tapi kedepan pihaknya sangat menyambut baik dan akan terus mendukung kegiatan seperti ini.

"Kehidupan disini monoton, jadwal dan rutinitas yang itu-itu saja tentu sangat membosankan dan membuat stres, dengan adanya konser shaggydog ini pasti menyenangkan, sehingga menurunkan tensi stres penghuni lapas. Kami menggabungkan lapas wanita untuk ikut menonton pertunjukan ini, mereka sangat antusias. bahkan ikut menampilkan hadrah dipanggung konser. Kedepan kami berharap ada band-band lain yang mengikuti jejak shaggydog berbagi kebahagiaan menggelar konser di dalam lapas," pungkas Satriyo.

Tak hanya membagikan keceriaan lagu-lagu saja, Shaggydog juga menyumbangkan koleksi gitar Richard, gitaris mereka. Gitar listrik V Shape berwarna cokelat diterima langsung oleh kepala lapas wirogunan Satriyo Waluyo. Diikuti dengan pemberian beberapa alat musik pendukung yang diharapkan dapat digunakan oleh penghuni lapas untuk meningkatkan kemampuan bermusik mereka.(yve)

 


Selasa, 04 Jun 2019, 19:42:13 WIB Oleh : Surya Mega 321 View
Putri Manohara dan Sate Jawa Ramaikan Sajian Spesial Idul Fitri di TWC
Selasa, 04 Jun 2019, 19:42:13 WIB Oleh : W Asmani 332 View
RJP Siap Layani Kerusakan Kendaraan Pemudik
Selasa, 04 Jun 2019, 19:42:13 WIB Oleh : Sholihul Hadi 263 View
Relawan Tembus Medan Terjal Saat Antarkan Zakat

Tuliskan Komentar