atas

21 Koperasi Sehat dan 7 Koperasi Dalam Pengawasan

Kamis, 27 Des 2018 | 18:01:48 WIB, Dilihat 334 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


21 Koperasi Sehat dan 7 Koperasi Dalam Pengawasan Kepala Dinas Koperasi Sleman Pustopo (tengah) dan Kabid Koperasi Teguh Budiyanta di Joglo Asri, Sleman, Kamis (27/12/2018).(nila jalasutra/koranbernas.id)

Baca Juga : Di Al-Muqeet Jogja, Semua Jenis Karpet Impor Tersedia


KORANBERNAS.ID-- Sebanyak 21 koperasi simpan pinjam dan unit simpan pinjam koperasi (KSP/USP) di Kabupaten Sleman berhasil meraih predikat "Sehat" dari Dinas Koperasi dan UKM Sleman.

Kepala Dinas Koperasi Sleman, Drs Pustopo menjelaskan penilaian dilakukan terhadap 145 dari 445 koperasi yang ada di Sleman.

"Karena keterbatasan tim penilai, kami hanya bisa menilai 145 koperasi yang terdiri dari 106 koperasi konvensional dan 39 koperasi syariah," kata Pustopo kepada awak media di Joglo Asri, Kamis (27/12/2018).

Dari hasil penilaian tersebut dinyatakan 21 koperasi mendapat predikat "Sehat" lantaran secara pengelolaan dan dana yang terhimpun kondisinya cenderung baik. Koperasi tersebut juga berhasil meraih skor tinggi berdasarkan tujuh aspek yang menjadi indikator penilaian.

"Kategori 'Sehat' mendapat skor 80," kata Pustopo. Selain "Sehat", terdapat 117 koperasi kategori "Cukup Sehat", dan 7 koperasi "Dalam Pengawasan".

Diungkapkan Pustopo, sepanjang tahun 2018 ini, sebanyak 445 koperasi di Sleman berhasil meraih keuntungan cukup besar di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Seluruh  koperasi  saat ini memiliki aset hingga senilai Rp 1,4 triliun.

"Secara perputaran atau volume usahanya mencapai Rp 1,9 triliun," ungkap Pustopo.

Secara keuangan dan permodalannya, Pustopo juga menyebut ada peningkatan jumlah koperasi berpredikat "Sehat" dalam dua tahun terakhir. Jika di 2017 ada 18 koperasi "Sehat", di akhir tahun 2018 ini jumlahnya meningkat menjadi 21 koperasi.

"Penilaian kami lakukan terhadap 145 koperasi yang ada di Sleman, dan terbagi dalam 4 kategori," jelas Pustopo.

Melihat kondisi koperasi yang semakin berkembang baik, Pustopo melihat ini sebagai peluang baik bagi usia produktif untuk mengembangkan koperasi.

Selain koperasi, pihaknya juga berusaha mendorong agar pengembangan UKM semakin gencar melalui berbagai pendampingan. Sebab peminatnya disebut masih rendah.

"Berdasarkan survei, hanya 20 persen usia produktif yang tertarik untuk berwirausaha. Kami berusaha agar peminatnya bisa lebih tinggi lagi," kata Pustopo.

Kabid Koperasi, Teguh Budiyanta menambahkan koperasi dalam kategori "Dalam Pengawasan" akan mendapat pendampingan secara privat oleh Dinas Koperasi Sleman.

"Ada beberapa koperasi yang kita datangi, tapi mereka juga bisa datang langsung ke Dinas Koperasi jika membutuhkan pendampingan," jelas Teguh.(adv)

 



Kamis, 27 Des 2018, 18:01:48 WIB Oleh : Surya Mega 336 View
Di Al-Muqeet Jogja, Semua Jenis Karpet Impor Tersedia
Kamis, 27 Des 2018, 18:01:48 WIB Oleh : Bambang Ruwanto 285 View
Skema Baru Seleksi Masuk PTN
Kamis, 27 Des 2018, 18:01:48 WIB Oleh : Prof. Sudjito Atmoredjo, S.H., M.Si. 289 View
Hukum dan Totalitas Kehidupan

Tuliskan Komentar