atas1

2018, BRI Migrasikan 30 Persen ATM Lama

Rabu, 09 Jan 2019 | 19:36:21 WIB, Dilihat 398 Kali - Oleh Surya Mega

SHARE


2018, BRI Migrasikan 30 Persen ATM Lama Hendro Padmono memaparkan capaian bisnis BRI Wilayah DIY sekaligus mengenalkan layanan-layanan teknologi terbaru dari BRI, Selasa (08/01/2018). (iSurya Mega/koranbernas.id)

Baca Juga : Kementerian KP Berikan Skim Pinjaman Super Lunak


KORANBERNAS.ID—Bank Rakyat Indonesia (BRI) Wilayah DIY, serius mendorong proses migrasi kartu ATM biasa menjadi kartu ATM ber chip. Langkah ini dilakukan, untuk memberikan pelayanan dan perlindungan lebih maksimal kepada nasabah pengguna ATM.

Pimpinan Wilayah BRI DIY, Hendro Padmono mengatakan, migrasi ke kartu ATM ber chip, merupakan program nasional untuk memberikan perlindungan lebih maksimal kepada nasabah.

Teknologi yang disematkan pada ATM ber chip, kata Hendro, jauh lebih baik dan akan memberikan pengamanan nasabah lebih terhadap berbagai bentuk kejahatan yang memanfaatkan teknologi.

“Hingga akhir 2018, kita sudah berhasil migrasikan 30 persen dari total populasi kartu ATM. Ini kira-kira sejumlah 2 juta rekening,” kata Pimpinan Wilayah BRI DIY, Hendro Padmono, Selasa (08/01/2019) malam.

Di sela-sela acara Milenial BRI Sapa Media, di kantor BRI Wilayah Jalan Cik Di Tiro Yogyakarta, Hendro mengatakan, sosialisasi kebijakan migrasi kartu ATM ini dilakukan secara masif melalui seluruh kantor BRI.

Harapannya, nasabah yang masih menggunakan ATM lama segera mengurus proses migrasi, untuk mengeliminir berbagai resiko khususnya menyangkut faktor keamanan nasabah.

Terkait kinerja, Hendro mengatakan, indikator capaian untuk BRI Wilayah DIY yang meliputi DIY, Solo Raya, Kedu dan Banyumas sepanjang 2018 cukup baik.

Simpanan nasabah tumbuh sebesar 14 persen sementara kredit atau pinjaman tumbuh 18 persen. Untuk tahun 2019, pihaknya menargetkan pertumbuhan simpanan hingga 15 persen dan pinjaman sebesar 17 persen. Adapun Loan to Deposit Rationya diharapkan dapat mencapai 89 persen.

Sebagai bank penyalur KUR, BRI Wilayah DIY berhasil mendorong lebih dari 24 ribu penerima KUR naik kelas, menjadi nasabah penerima pinjaman komersial.

Hal ini menunjukkan adanya perbaikan performa usaha dari para penerima pinjaman KUR, yang dikelola oleh BRI Wilayah DIY. Nasabah KUR yang naik kelas ini, selain diartikan sudah jauh lebih mapan dan baik dalam mengelola usahanya, otomatis dapat menikmati fasilitas pinjaman yang jauh lebih besar dari perbankan.

 

“KUR itu kan untuk pemilik usaha yang sebenarnya sudah sustain, tapi belum bankable. Ketika naik kelas, plafon pinjamannya otomatis juga naik. Untuk Kupedes sampai 250 juta, ritel konersial hingga 25 miliar, dan di atasnya lagi bisa sampai 200 miliar menengah. Untuk pinjaman korporasi di atas 200 miliar,” jelas Hendro.

Rumah Kreatif

Sebagai bank milik pemerintah (BUMN) BRI ikut aktif dalam program pembinaan pelaku usaha khususnya UMKM. Untuk wilayah DIY, BRI mengelola dua rumah kreatif masing-masing di Jogja dan Solo.

Rumah Kreatif BUMN kata Hendro, adalah rumahnya para pelaku UMKM. Fasilitas ini, disiapkan untuk melakukan pembinaan bagi para pelaku UMKM yang secara populasi sangat besar dan berperan penting dalam perekonomian nasional.

“Di rumah kreatif tersebut, kita mengadakan berbagai program pembinaan dan pelatihan. Mulai dari pelatihan manajemen, pelatihan pengelolaan keuangan, hingga produksi dan pemasaran,” jelasnya. (SM)



Rabu, 09 Jan 2019, 19:36:21 WIB Oleh : Nila Jalasutra 448 View
Kementerian KP Berikan Skim Pinjaman Super Lunak
Rabu, 09 Jan 2019, 19:36:21 WIB Oleh : Sari Wijaya 318 View
Ini Penyerapan Tabung Melon di Bantul
Rabu, 09 Jan 2019, 19:36:21 WIB Oleh : Nila Jalasutra 320 View
Pertama Kalinya, Korpri Jajaran Aparatur Pemerintah Desa Terima Tali Asih

Tuliskan Komentar