atas1

16 Tahun Proses Hibah Pemkab Sleman dan Kemenkeu Akhirnya Kelar

Selasa, 18 Jun 2019 | 19:02:09 WIB, Dilihat 120 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


16 Tahun Proses Hibah Pemkab Sleman dan Kemenkeu Akhirnya Kelar Sri Purnomo menandatangani perjanjian hibah dan berita acara serah terima barang milik daerah, Selasa (18/6/2019). (istimewa)

Baca Juga : Smartfren Sebar 180 Mobile BTS di Ruas Tol Trans Jawa


KORANBERNAS.ID--Pemerintah Kabupaten Sleman dan Kementerian Keuangan menandatangani perjanjian hibah dan berita acara serah terima barang milik daerah, Selasa (18/6/2019).

Hibah tersebut dilakukan dengan saling menukar aset berupa tanah dan bangunan oleh kedua belah pihak.

Pemkab Sleman menghibahkan asetnya kepada Kementerian Keuangan berupa tiga bidang tanah. Ketiga tanah tersebut masing-masing seluas 411 m persegi, 348 m persegi dan 390 m persegi, yang seluruhnya berada di Maguwoharjo, Depok, Sleman.

Sedangkan aset milik Kementerian Keuangan yang dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sleman berupa dua bidang tanah seluas 570 m persegi di Jalan Candi Gebang, Tridadi, Sleman dan sebidang tanah seluas 590 m persegi di Jalan Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman.

Selain itu juga ditambah satu buah bangunan dengan luas 303 m persegi yang berada di Jalan Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman.

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengaku lega dengan ditandatanganinya perjanjian hibah tersebut. Pasalnya proses serah terima aset tersebut cukup berliku dan memakan waktu yang cukup panjang, mulai tahun 2003 lalu.

Maka dengan selesainya proses hibah barang milik daerah tersebut, Sri Purnomo berharap masing-masing pihak dapat mamanfaatkannya dengan baik.

“Ini besar artinya bagi kami dan juga mempunyai nilai yang strategis, dalam upaya pembenahan pengelolaan aset,” ungkap Sri Purnomo.

Hadir pula pada kesempatan tersebut Kepala Biro Manajemen Barang Milik Negara dan Pengadaan Kementerian Keuangan RI, Edi Gunawan. Ia mengapresiasi upaya penyelesaian proses hibah antara kedua belah pihak tersebut.

Menurutnya perjanjian hibah tersebut merupakan upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset agar tidak terbengkalai.

Utility dan optimalisasi aset harus dilakukan agar aset tak terbengkalai dan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin,” jelas Edi.

Hadir pula pada acara tersebut Sekretaris Daerah kabupaten Sleman, Sumadi, Kepala BKAD Kabupaten Sleman, Hardo Kiswoyo serta beberapa pimpinan OPD terkait.

Sementara dari pihak Kementerian Keuangan hadir pula Kepala Kantor Wilayah Direktorat Pajak DIY, Dionysius Lucas Hendrawan. Kegiatan tersebut diakhiri dengan meninjau aset yang telah dihibahkan oleh kedua oleh pihak. (SM)



Selasa, 18 Jun 2019, 19:02:09 WIB Oleh : Surya Mega 176 View
Smartfren Sebar 180 Mobile BTS di Ruas Tol Trans Jawa
Selasa, 18 Jun 2019, 19:02:09 WIB Oleh : Nila Jalasutra 172 View
86 Desa Dipertemukan untuk Angkat Potensi Ekonomi
Selasa, 18 Jun 2019, 19:02:09 WIB Oleh : Nanang WH 247 View
Kebumen Anggarkan Rp 1 M untuk Menghindari Penutupan Jalan oleh PT KAI

Tuliskan Komentar