atas1

Beratnya Mendidik Anak di Era Sekarang

Minggu, 04 Agu 2019 | 21:07:54 WIB, Dilihat 1177 Kali
Penulis : Sari Wijaya
Redaktur

SHARE


Beratnya Mendidik Anak di Era Sekarang Seminar parenting di Hotel Platinum, Minggu (4/8/2019). (sari wijaya/koranbernas.id)

Baca Juga : Cukup Bayar Rp 5 Ribu Demi Melepas Tukik ke Laut


KORANBERNAS.ID -- Yayasan Khalid Bin Walid Piyungan Bantul, Minggu (4/8/2019), menyelenggarakan seminar parenting bertema Solusi Cerdas Penguatan Anak di Era Digital.

Acara yang berlangsung di Hotel Platinum Jalan Laksda Adisutjipto Yogyakarta ini dihadiri pembicara ahli parenting nasional, Bunda Kurnia Widhiastuti.

Peserta terdiri dari wali siswa yang berada di bawah yayasan tersebut yakni Taman Pengasuhan Anak (TPA) atau KB Ar Raihan Piyungan, KBIT Ar Raihan Piyungan, TKIT Ar Raihan Piyungan serta  SDIT Khalid Bin Walid.

“Jadi seminar parenting ini diikuti wali murid dengan tujuan untuk membuka dan menambah wawasan mereka. Mendidik anak di era sekarang tantangannya sangat berat. Orang tua dibekali bagaimana harus bersikap dan  seperti apa cara mendidik anak yang tepat,” kata Trismiati AMd,  Kepala TKIT Ar Raihan yang juga ketua panitia kepada koranbernas.id di lokasi.

Biasanya seminar parenting dilakukan beberapa kali dalam setahun secara internal di masing-masing sekolah.

“Baru kali ini dibuat bersama-sama sehingga lebih besar  jumlah pesertanya dengan menghadirkan pembicara ahli parenting nasional Bunda Kurnia Widhiastuti,” ucap dia.

Sementara itu, Kurnia Widhiastuti mengatakan pendampingan dan kasih sayang dari orang tua sangat penting walaupun banyak yang  sibuk bekerja tetapi harus tetap ‘hadir’ dalam kehidupan anaknya.

“Metode  bisa berbeda-beda antara satu dengan yang lain,” katanya.

Menurut dia, orang tua sendiri terbagi menjadi orang tua biologis yakni yang memberi nafkah, menghidupi pertumbuhan dan kebutuhan hidup.

Orang tua  psikologi yang  menanamkan nilai luhur, cinta sayang dan pembelajaran ilmu-ilmu yang bermanfaat  bagi si anak.

Ada juga orang tua ideologi yang menjadi sentral pengasuhan yakni mencontoh teladan Rasulullah SAW bagaimana saat bersikap kepada anak kecil di sekitarnya maupun sahabat-sahabatnya.

“Cara Rasulullah SAW itulah yang kita sarikan, kita ambil ilmunya dan bermanfaat bagi pengasuhan di masa sekarang. Anak yang masih di-create adalah usia 0 hingga 14 tahun. Di atas usia itu masih bisa dilakukan dengan cara kita membayar utang pengasuhan di tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Di antaranya bersikap lembut kepada anak, mengusap kepala dan rambut anak dengan rasa kasih sayang, banyak memberikan pelukan, berkata lembut dan menyejukkan serta mendoakan.

“Doa itulah yang terpenting bagi anak. Ketika kita menyadari bahwa pengasuhan kita ada yang salah atau kurang tepat, padahal anak sudah di atas usia yang saya sebutkan tadi, maka kita membayar dengan utang pengasuhan,” terangnya.

Langkah pertama adalah meminta maaf kepada anak. Ketika ada kata maaf, sel tubuh seseorang akan gembira.

Setelah itu perbanyak kehadiran pada anak, karena faktor utama kegagalan pendidikan anak adalah tidak hadirnya orang tua di rumah.

“Cara setiap orang bisa berbeda-beda dengan tokoh sentral adalah Rasulullah SAW sebagai teladan,” katanya. (sol)



Minggu, 04 Agu 2019, 21:07:54 WIB Oleh : Nanang WH 493 View
Cukup Bayar Rp 5 Ribu Demi Melepas Tukik ke Laut
Minggu, 04 Agu 2019, 21:07:54 WIB Oleh : Arie Giyarto 1255 View
Pemilihan Duta Genre DIY Mirip Putri Indonesia
Sabtu, 03 Agu 2019, 21:07:54 WIB Oleh : Sholihul Hadi 1122 View
Dukungan untuk Airlangga Berhadiah Sapi

Tuliskan Komentar