atas1

Belanja Rokok Keluarga Miskin Ternyata Lebih Besar

Senin, 19 Nov 2018 | 20:33:08 WIB, Dilihat 865 Kali - Oleh Nanang WH

SHARE


Belanja Rokok Keluarga Miskin Ternyata Lebih Besar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono dan pejabat di lingkungan Pemkab Kebumen, kampanye keren tanpa merokok, Senin (19/11/2018), di Kebumen (istimewa)

Baca Juga : Tak Sabar Bentuk LAMP, Lebih Cepat Lebih Bagus


KORANBERNAS.ID -- Dewasa ini perokok dari keluarga miskin cenderung bertambah bersamaan dengan meningkatnya jummlah perokok di Indonesia.

Dari hasil penelitian terhadap 295.000 keluarga miskin, lebih dari 50 persen keluarga ada satu orang perokok. Ironisnya belanja rokok lebih besar dibanding belanja primer kesehatan.

Masalah itu diungkapkan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Anjung Sugihantono MKes, ketika me-launching 34 Peraturan Desa Tentang Kawasan Tanpa Rokok (Perdes KTR) di Kabupaten Kebumen, Senin (19/11/2018).

Launching yang dilakukan Anung dan Wakil Bupati Kebumen KH Yazid Mahfud merupakan yang pertama kali di Indonesia, sebagai bentuk komitmen 34 desa di Kebunen mewujudkan kawasan tanpa rokok di tujuh tempat.

Anung menyatakan, kebiasaan merokok dalam keluarga miskin mengurangi human capital index atau indeks sumber daya  manusia di keluarga  itu.

Hal ini  disebabkan selain faktor merokok, juga berkurangnya belanja buah, sayuran serta makanan bergizi.

“Kepada perokok, jika belum bisa berhenti merokok, jangan merokok di  depan anak-anak dan jangan menyuruh anak membeli rokok,“ kata Anung.

Keberadaan perda dan perdes KTR menjadi salah satu upaya meningkatkan indeks sumber daya manusia. Tidak sebatas regulasi, lebih penting lagi perlu ada respons dari masyarakat di desa desa itu sehingga regulasi benar-benar diwujudkan.

Dia berharap perdes KTR  tidak hanya terwujudnya KTR di desa tapi makin berkurang simbol-simbol atau promosi  rokok di kawasan pendidikan dan tempat ibadah.

Peraturan desa KTR diharapkan jumlah makin bertambah. Di Kebumen ada 460 desa dan  kelurahan, masih banyak desa dan kelurahan yang terus didorong memiliki dan menerapkan  perdes KTR.

Makin bertambahnya perdes KTR otomatis makin luas KTR. Tempat umum seperti terminal bus/angkutan umum, stasiun kereta api, tempat pendidikan, tempat ibadah, tempat kerja, tempat bermain anak, serta angkutan umum di desa desa itu, tidak ada lagi ada orang merokok. (sol)



Senin, 19 Nov 2018, 20:33:08 WIB Oleh : Sholihul Hadi 570 View
Tak Sabar Bentuk LAMP, Lebih Cepat Lebih Bagus
Minggu, 18 Nov 2018, 20:33:08 WIB Oleh : Sari Wijaya 749 View
Sate Klatak Resmi Jadi Ikon Kuliner Bantul
Minggu, 18 Nov 2018, 20:33:08 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 2399 View
Sampai Jumpa di Ngayogjazz 2019...

Tuliskan Komentar