atas1

Belanja Ratusan Ribu, Infak kok Cuma Seribu

Sabtu, 08 Des 2018 | 01:22:37 WIB, Dilihat 365 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Belanja Ratusan Ribu, Infak kok Cuma Seribu Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan amanah kepada peserta ZISKA Lifestyle Festival Lazismu 2018 di gedung Sportorium UMY Jumat (7/12/2018) sore. (Muhammad Zukhronnee Ms /koranbernas.id)

Baca Juga : PKS Protes, Gambar Partai Dirusak


KORANBERNAS.ID -- Semangat ZIS atau zakat, infaq dan sodaqah perlu dibangun kembali. Hal ini penting untuk meningkatkan kesadaran rohani.

"Waktu kita belanja, ke mall atau tempat belanja atau hiburan apasaja, mengeluarkan uang ratusan ribu gak terasa, tetapi ketika berhadapan dengan kaleng infak sodaqah jariyah selalu ada rejecting dalam kesadaran rohani kita, maka yang keluar itu hanya uang bergambar gunung maitara," ungkap Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam pembukaan ZISKA Lifestyle Festival Lazismu 2018 di Sportorium UMY, Jumat (7/12/2018).

Haedar dalam amanahnya mengajak Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) dan Majlis Tabligh Muhammadiyah menyadarkan kembali semangat ZIS sebagai ijarah dengan Allah. Ini kesadaran rohani sekaligus juga untuk mengimbangi semangat rasionalitas umat Muhammadiyah.

"Muhammadiyah ini rasionalnya luar biasa, saking rasionalnya nalarnya serba instrumental. Rasionalitas yang serba instrumen membuat kehidupan politik menjadi keras, malah kadang membuat urusan muamalah itu menjadi urusan aqidah," papar haedar.

Lazismu sebagai lembaga zakat tingkat nasional yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat diharapkan meningkatkan kapasitas dan kualitas amil serta memperkuat akuntabilitas dalam pengelolaan Lazismu secara nasional. ZISKA Lifestyle Festival Lazismu 2018 pada 7-9 Desember 2018 di Kaliurang ini terdiri dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Kemah Amil (Amil Camp) menjadi salah satu wujud nyatanya.

Rakernas, merupakan agenda tahunan yang diikuti oleh pimpinan atau Badan Pengurus Lazismu Wilayah dari 34 provinsi di Indonesia. Sedangkan Amil Camp diikuti oleh amil Lazismu pada semua tingkatan dari Wilayah, Daerah, dan Kantor Layanan Lazismu tingkat cabang, ranting maupun amal usaha Muhammadiyah.

Tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong wacana gerakan filantropi Islam dan merumuskan rencana kerja 2019, dengan harapan keseluruhan amil Lazismu dapat memahami Renstra Lazismu 2015-2020 dan kebijakan turunannya.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Hilman Latief menjelaskan Rakernas bagi para amil merupakan kesempatan yang tepat untuk berbagi ide dan wawasan.

“Rakernas dan Amil Camp adalah arena untuk memperkuat konsolidasi Lazismu secara nasional, dari level pimpinan sampai staf amil Lazismu,” ungkap Hilman Latief.

Lazismu juga akan meningkatkan kerjasama dengan berbagi pihak, baik pemerintah, swasta atau pun gerakan masyarakat sipil dalam pembiayaan program-program strategis. Seperti mengurangi ketimpangan wilayah, stunting, serta membangun sinergi dan kolaborasi yang lebih baik dalam berbagai program.

Revolusi teknologi informasi 4.0 adalah fakta yang tidak bisa diabaikan. Dampak sosialnya juga turut memengaruhi gerakan zakat (filantropi) di Indonesia. Untuk mencapai itu, kata Hilman Latief, inovasi gerakan zakat sangat diperlukan. (yve)



Sabtu, 08 Des 2018, 01:22:37 WIB Oleh : Sari Wijaya 1263 View
PKS Protes, Gambar Partai Dirusak
Sabtu, 08 Des 2018, 01:22:37 WIB Oleh : Arie Giyarto 740 View
Smart Phone Picu Disharmoni Keluarga
Sabtu, 08 Des 2018, 01:22:37 WIB Oleh : Sholihul Hadi 532 View
Cagar Budaya Makin Tua Makin Seksi

Tuliskan Komentar