atas1

Belanja di Pasar Tradisional Dapat Motor

Sabtu, 02 Mar 2019 | 15:49:28 WIB, Dilihat 600 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


Belanja di Pasar Tradisional Dapat Motor Kepala Disperindag Sleman, Dra Tri Endah Yitnani MSi (kanan) menunjukkan poster "Belanja Berhadiah di Pasar Rakyat 2019", Jumat (01/3/2019). (nila jalasutra/koranbernas.id)

Baca Juga : Pangkalan Gas Melon Diduga Curang


KORANBERNAS.ID--Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman mengadakan program "Belanja Berhadiah di Pasar Rakyat 2019". Jadi selama 2019 ini, para pengunjung pasar tradisional bisa memenangkan undian berhadiah hanya dengan berkunjung dan berbelanja di pasar tradisional di Sleman.

Kepala Disperindag Sleman, Dra Tri Endah Yitnani MSi menjelaskan program ini sebagai upaya untuk kembali menarik kunjungan masyarakat ke pasar tradisional.

"Saat ini ada penurunan kunjungan, ditambah maraknya toko-toko modern yang dianggap lebih menarik," jelas Endah, Jumat (01/3/2019).

Menurut Endah, undian berhadiah ini akan dilakukan di 22 pasar tradisional. Proses pengundian pun dilakukan sebanyak 2 periode. Periode 1 berlangsung dari 1 Maret - 16 Mei 2019. Periode 2 mulai dari 1 Juni - 22 Agustus 2019. Kegiatan dimulai dari pembagian kupon hingga pengundian. Pengambilan kupon pun tidak dibatasi jumlah transaksi. Kupon akan dibagikan langsung oleh petugas pasar langsung ke pengunjung.

"Per periodenya ada 200 ribu kupon, di mana tiap pasar mendapat 200-250 kupon," ujar Endah.

Para pengunjung pasar tradisional berkesempatan untuk mendapatkan hadiah utama berupa 3 unit sepeda motor, 6 unit televisi, hingga 12 unit kulkas 1 pintu. Selain itu, penyelenggara juga membagikan sejumlah barang elektronik sebagai hadiah hiburan. Endah juga mengungkapkan aktivitas kunjungan di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Sleman memang menunjukkan penurunan.

"Penurunannya mencapai 20 persen," kata Endah.

Meskipun demikian, Endah menyebut penurunan tersebut hanya secara fisik. Artinya berdasarkan jumlah kunjungan warga per periodenya. Jika dilihat dari sisi omzet pedagang, Endah menyatakan tidak terlalu berpengaruh signifikan, sebab para pembeli di pasar tradisional umumnya para pemilik warung atau usaha keliling.

"Jadi mereka ke pasar untuk membeli barang-barang yang nantinya akan dijual kembali," kata Endah.

Agar tingkat kunjungan pasar tetap stabil dan meningkat, maka  Disperindag  Sleman melakukan sejumlah upaya. Salah satunya dengan undian berhadiah. Selain itu, Disperindag  Sleman juga meluncurkan program Sekolah Masuk Pasar. Para pelajar SD diajak untuk berkeliling pasar tradisional yang dekat dengan sekolah.

"Ini upaya untuk mengenalkan kepada anak-anak tentang kondisi pasar tradisional," jelas Endah. (yve)



Sabtu, 02 Mar 2019, 15:49:28 WIB Oleh : Masal Gurusinga 762 View
Pangkalan Gas Melon Diduga Curang
Sabtu, 02 Mar 2019, 15:49:28 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 795 View
Rizal Ramli Berharap pada Debat Terakhir
Jumat, 01 Mar 2019, 15:49:28 WIB Oleh : Sari Wijaya 577 View
Hujan Angin Juga Terjang Bantul

Tuliskan Komentar