TNI-stipram

Belajar Sejarah dari Perangko, Ini Caranya

Senin, 24 Sep 2018 | 12:42:07 WIB, Dilihat 217 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Belajar Sejarah dari Perangko, Ini Caranya Filatelis sekaligus istri Wakil Gubernur DIY, GKBRAA Paku Alam (baju biru-red) melihat beragam koleksi perangko dalam Lokakarya Filateli di Ballroom Hotel Tentrem Yogyakarta, Kamis (20/09/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Selamatkan Pemuda dari Pengaruh Narkoba


KORANBERNAS.ID — Di era teknologi informasi saat ini, filateli sudah tak lagi populer, terutama di kalangan generasi milenial. Maraknya sosial media (medsos) pun seperti menggerus budaya mengoleksi beragam perangko laiknya yang terjadi pada satu atau dua dekade lalu.

Padahal perangko tak hanya dimanfaatkan sebagai bukti pelunasan pengiriman pos. Lebih dari itu, ragam koleksi perangka bisa jadi sarana edukasi, termasuk sejarah bagi peserta didik.

“Para pelajar bisa belajar tentang pahlawan atau tempat wisata dari berbagai negara melalui koleksi perangko,” ujar Kasubdit Prangko dan Filateli Kemenkominfo Eko Wahyuanto dalam acara Lokakarya Filateli di Ballroom Hotel Tentrem Yogyakarta, Kamis (20/09/2018).

Menurut Eko, informasi yang terdapat dalam prangko dapat dijadikan sebagai salah satu media pembelajaran di sekolah yang menarik, kreatif dan inovatif. Bahkan perangko juga berfungsi sebagai alat penyebarluasan informasi publik.

Sebab kegiatan atau peristiwa penting dapat terdokumentasikan melalui prangko. Bahkan pengkoleksian perangko juga membentuk kepribadian positif dan bisa juga mendatangkan penghasilan.

“Diharapkan pengembangan perfilatelian bisa lebih luas dan kontinyu didukung Pemerintah Daerah karena informasi terkait kegiatan atau peristiwa penting bisa dengan mudah diketahui masyarakat di prangko,” tandasnya.

Peluncuran seri perangko terbaru di Hotel Tentrem, Kamis (20/09/2018).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Sementara filatelis sekaligus istri Wakil Gubernur DIY, GKBRay Paku Alam mengungkapkan, filateli merupakan hobi yang menyenangkan. Sebab bisa saling bertukar prangko dari seluruh Indonesia bahkan dunia.

“Filateli ini sangat efektif untuk mempromosikan kebudayaan, wisata yang dimiliki Indonesia,” ungkapnya.

Kepala Kantor Pos Yogyakarta Fediyan Syahputra mengungkapkan PT Pos Indonesia juga selalu menerbitkan seri seri khusus filateli.

“Satu tahun ada sekitar sepuluh hingga dua belas seri tema filateli yang diterbitkan,” paparnya.

Ketua Bidang Komunikasi Pengurus Pusat Perkumpulan Filatelis Indonesia, Uul Jihadan menambahkan, pihaknya melakukan sosialisasi filateli. Diantaranya dengan berkorespodensi melalui kartu pos dan mendapatkan teman sahabat pena secara acak melalui internet, seperti card to post atau postcrossing.

“Kami mencoba mengenalkan filateli ke generasi milenial,” tandasnya.(yve)



Minggu, 23 Sep 2018, 12:42:07 WIB Oleh : Sholihul Hadi 209 View
Selamatkan Pemuda dari Pengaruh Narkoba
Selasa, 18 Sep 2018, 12:42:07 WIB Oleh : Sholihul Hadi 248 View
Tes Urin Pegawai Cegah Bahaya Narkoba
Selasa, 18 Sep 2018, 12:42:07 WIB Oleh : Sholihul Hadi 251 View
Wujudkan Jogja Bebas Narkoba

Tuliskan Komentar