Minggu, 17 Jan 2021,


belajar-dari-yogyakarta-madiun-percantik-wajah-kotaPenerimaan kunjungan DPRD DIY di DPRD Kota Madiun. (sholikul hadi/koranbernas.id)


Sholikul Hadi

Belajar dari Yogyakarta, Madiun Percantik Wajah Kota

Satu RT Tersedia Tiga Titik Internet Gratis
SHARE

KORANBERNAS.ID, MADIUN –Wajah Kota Madiun Jawa Timur kini berubah total, setidaknya apabila dibandingkan sepuluh tahun silam. Hampir semua fasilitas umum lebih tertata rapi. Ini tidak lepas dari komitmen pemerintah kota (pemkot) setempat, terhadap pendidikan dan kesehatan. Terbukti pada 2019, kota ini meraih penghargaan peduli HAM (Hak Asasi Manusia).

Dimulai tahun 2010 sejak walikota terdahulu, alokasi anggaran pendidikan lebih dari 20 persen. Sedangkan anggaran di bidang kesehatan maupun infrastruktur terus ditingkatkan.

  • Bisnis Online Semakin Naik Daun
  • PKL Meninggal Karena Covid-19, Ruas Jalan Malioboro Ditutup

  • “Anggaran bidang pendidikan melampaui pagu dari pemerintah pusat,” ungkap Deddy Purnomo Santoso dari Bagian Umum Sekretariat DPRD Kota Madiun.

    Saat menerima kunjungan Press Tour wartawan Unit DPRD DIY ke DPRD Kota Madiun Jawa Timur, Senin (5/10/2020), bersama Komisi A DPRD DIY, dia menjelaskan, kota yang terdiri dari tiga kecamatan dengan luas wilayah 33 km persegi itu, terus ditata agar semakin nyaman.

  • Lima Bulan Terlunta-lunta Pengemudi Becak Datangi DPRD DIY
  • Indonesia Rumah Kita, Merayakan HUT RI ala Istri Ketua KPK

  • Dia mengakui, pembangunan sarana dan prasarana fasilitas umum di Kota Madiun belajar dari Yogyakarta. Hasilnya bisa terlihat. Selain ruang terbuka hijau terdapat di setiap kelurahan, taman kota maupun ruang publik juga semakin ramah.

    “Pembangunan Kota Madiun meniru pelataran Malioboro,” ungkapnya.

    Pandemi Covid-19, rupanya tidak begitu mempengaruhi kebijakan Pemkot Madiun bersama DPRD setempat mengalokasikan anggaran pendidikan untuk warganya.

    “Anggaran pendidikan tidak ada realokasi,” kata Deddy.

    Bahkan program bantuan laptop untuk pelajar SD dan SMP senilai Rp 40 miliar tidak mengalami perubahan. Walau kondisi keuangan pemerintah sedang tidak menguntungkan, anggaran untuk program-program prioritas langsung ke masyarakat, termasuk santunan kematian bagi warga kurang mampu, tidak bekurang secara drastis.

    Program bantuan laptop bahkan disertai penyediaan fasilitas akses internet gratis. Tidak tanggung-tanggung, setiap wilayah Rukun Tetangga (RT) terdapat dua sampai tiga hotspot akses internet gratis.

    “Akses internet gratis ini dimanfaatkan masyarakat terutama anak-anak SD sampai SMA dan mahasiswa untuk belajar online di masa pandemi,” kata dia.

    Kasubag Humas DPRD DIY, Pat Nugroho berharap, kegiatan ini mampu menjadi ajang bertukar pendapat untuk kemajuan masing-masing daerah. Usai pertemuan di DPRD Kota Madiun, dilanjutkan kunjungan ke PT INKA.

    Hadir pula pada kesempatan itu Ketua Komisi A DPRD DYI Eko Suwanto, Wakil Ketua Suwardi, Sekretaris Retno Sudiyanti serta para anggota komisi yang membidangi pemerintahan.

    Mereka adalah KPH Purbodingrat, Sutemas Waluyanto, Bambang Setyo Martono, Muhammad Syafi'i, Siti Nurjannah, Hifni Muhammad Nasikh, Sudaryanto, Heri Dwi Haryono serta Stevanus Christian Handoko. (*)



    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini