atas1

Bawaslu Kewalahan, Caleg-caleg Masih Nampang

Senin, 15 Apr 2019 | 19:47:21 WIB, Dilihat 530 Kali - Oleh Arie Giyarto

SHARE


Bawaslu Kewalahan, Caleg-caleg Masih Nampang Drs H Idham Samawi mencopot sendiri APK-nya sebagai bentuk tanggung jawab moral mematuhi peraturan. (istimewa)

Baca Juga : Anak Petani Lulusan Terbaik Diktama TNI AD


KORANBERNAS.ID – Masa masa tenang  Pemilu 2019 dimulai Minggu (14/4/2019). Namun demikian hingga Senin (15/4/2019) malam di wilayah DIY masih terdapat Alat Peraga Kampanye (APK) yang belum dibersihkan dari tempat-tempat umum.

Di sejumlah ruas jalan kawasan Kota Yogyakarta sampai perdesaan di wilayah DIY, terlihat bendera-bendera partai maupun foto caleg di tempat umum. Demikian pula baliho capres dan cawapres.

Sepertinya Bawaslu maupun pihak terkait kewalahan membersihkan APK, apalagi yang terpasang di tempat-tempat sulit untuk dilakukan pencopotan.

Selain itu, ada juga sejumlah APK yang sepertinya relatif sulit dicopot karena ditali dengan sangat kuat. Bisa juga terjadi tim caleg sudah mengerahkan personel untuk membersihkan APK namun terlewat.

Tak bisa dihindari, gambar dan foto diri calon anggota Dewan    Perwakilan Daerah (DPD), calon DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD kabupaten/kota masih nampang di banyak tempat.

Memang ada yang sudah diturunkan tetapi hanya dibiarkan tergeletak begitu saja. Seperti terlihat antara lain  di mulut  Gang Manunggal Kebrokan Umbulharjo Yogyakarta, Minggu siang.

Senin siang, juga masih banyak ditemukan APK terpasang di sekitar kawasan ring road timur. Mestinya, tanggung jawab pembersihan sampah visual yang dipasang itu menjadi tanggung jawab peserta pemilu. Bukan sepenuhnya dibebankan pada Dinas Kebersihan.

Bersihkan sendiri

Menyadari hal itu sekaligus menenuhi harapan masyarakat lingkungan segera bersih dari APK, anggpta DPR RI Drs H Idham Samawi yang pada Pemilu 2019 ini maju lagi menjadi caleg DPR RI,  terpaksa turun sendiri membersihkan APK yang telah dipasangnya sendiri.

"Ini semata-mata karena tanggung jawab moral saja sesuai dengan peraturan yang harus ditaati," kata Idham sebagaimana dikutip stafnya, Briyanto Syarief, kepada koranbernas.id, Minggu (14/4/2019) malam.

Pembersihan itu dilakukan terhadap APK yang dipasangnya sendiri. Selebihnya yang dipasang KPU diserahkan ke institusi tersebut. Pembersihannya biasanya dilakukan oleh Dinas Kebersihan.

Konsekuensi hukum

Ketua Bawaslu DIY Bagus Sarwono melalui Surat Edaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY Nomor S:295/Bawaslu DIY/K/IV/2019 tentang Masa Tenang, sebenarnya sudah mengimbau agar peserta pemilu mematuhi aturan.

Selain tidak lagi berkampanye karena waktunya sudah berakhir, mereka  diimbau segera membersihkan sampah visual paling lambat H-1 pelaksanaan pencoblosan yang sudah dijadwalkan 17 April 2019.

Ini karena, bagi yang sengaja melanggar ada konsekuensi hukumnya. Baik ancaman hukuman berupa kurungan maupun denda dengan jumlah yang ditetapkan. (sol)



Minggu, 14 Apr 2019, 19:47:21 WIB Oleh : Redaktur 854 View
Anak Petani Lulusan Terbaik Diktama TNI AD
Minggu, 14 Apr 2019, 19:47:21 WIB Oleh : Masal Gurusinga 705 View
Menanti Kejujuran Pemilik Pangkalan Gas Melon
Minggu, 14 Apr 2019, 19:47:21 WIB Oleh : Arie Giyarto 1923 View
Suhu Sangat Dingin, WNI Antre di Jalan Saat Coblosan di London

Tuliskan Komentar