atas1

Banyak Desa Tidak Tepat Waktu Susun APBDes

Rabu, 29 Mei 2019 | 15:46:58 WIB, Dilihat 358 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Banyak Desa Tidak Tepat Waktu Susun APBDes Kepala Dinas Permasdes Jaka Purwanto saat memimpin Pembekalan Peningkatan Perencanaan Pembangunan Desa bagi 268 kepala desa yang dilantik 16 Mei lalu di Aula RSPD Klaten, Rabu (29/5/2019). (Masal Gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Petugas Larang Selfie di Kawasan Bukit Bintang


KORANBERNAS.ID--Pemerintah Kabupaten Klaten merasa prihatin masih banyak desa yang tidak tepat waktu menyusun APBDes. Meski telah diputuskan penetapan APBDes paling lambat 31 Desember, kenyataannya kurang dari 25 persen desa yang bisa menetapkan APBDes tepat waktu.

“APBDes ditetapkan paling lambat tanggal 31 Desember. Tapi kenyataannya tidak lebih 25 persen desa yang menetapkan sebelum tanggal 31 Desember. Lebih dari itu sudah menyalahi,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Permasdes), Jaka Purwanto, Rabu (29/5/2019).

Ditemui usai acara Pembekalan Peningkatan Perencanaan Pembangunan Desa bagi 268 Kepala Desa periode 2019-2025 di Aula RSPD Klaten, Jaka Purwanto mengaku tidak tahu penyebab permasalahan banyaknya desa yang molor dalam penyusunan APBDes.

Padahal kata dia, dalam forum rapat pihaknya dan inspektorat selalu memberikan masukan kepada para kepala desa.

Kepala Bidang Administrasi Pemerintah Desa Dinas Permasdes, Mujab mengatakan kepala desa dalam mengelola dan memanfaatkan dana desa dan alokasi dana desa ada acuannya yakni Undang-undang Pemerintah Desa Tahun 2006.

“Dana desa untuk pembangunan, pemberdayaan dan infrastruktur. Tujuannya agar desa itu bisa berkembang dan mandiri,” ujarnya.

Dia meyakini saat ini 391 desa di Kabupaten Klaten sudah berkembang semua meski ada proses mandiri. Karenanya, kepala desa harus bisa mengenali dan mengidentifikasi potensi sumber daya alam dan sumber daya manusianya.

Sebab masing-masing desa tentu memiliki potensi berbeda. Karenanya seorang kepala desa harus bisa menjadikan desa mandiri.

Memang kata dia, beberapa waktu lalu ada ketakutan di kalangan kepala desa. Ada yang menafsirkan desa mandiri tidak usah menerima menerima bantuan. Padahal itu keliru. (SM)



Rabu, 29 Mei 2019, 15:46:58 WIB Oleh : Sari Wijaya 294 View
Petugas Larang Selfie di Kawasan Bukit Bintang
Rabu, 29 Mei 2019, 15:46:58 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 250 View
Bersama Media, Jogja Harus Dinginkan Indonesia
Rabu, 29 Mei 2019, 15:46:58 WIB Oleh : Nila Jalasutra 202 View
Hampir Seribu Personil Siap Amankan Operasi Ketupat

Tuliskan Komentar