atas1

Bank Sampah Malah Jadi TPS

Kamis, 25 Apr 2019 | 21:47:39 WIB, Dilihat 477 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Bank Sampah Malah Jadi TPS Bank sampah di Desa Sabrang Kecamatan Delanggu yang dibangun tahun 2015. Menurut warga sejak tahun 2017 bangunan itu tidak beroperasi dan berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Banyak Robot Perang di Unsoed


KORANBERNAS.ID -- Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten membangun sejumlah bank sampah tahun 2015 patut diapresiasi. Sebab bank sampah tersebut dibangun untuk mengatasi permasalahan sampah di pedesaan. Namun sangat disayangkan jika bantuan itu sampai tidak digunakan apalagi disalah fungsikan.

Sebab anggaran untuk membangun bank sampah dan membeli sarana dan prasarana disana tidak sedikit. Seperti pengadaan kendaraan operasional roda tiga, jaringan listrik dan mesin pencacah sampah serta tenaga pendamping.

Dari 15 unit bank sampah yang dibangun tahun 2015 ternyata ada yang tidak berfungsi. Bahkan bangunan yang tadinya digunakan untuk menangani sampah justru beralih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah.

Seperti yang terjadi di bank sampah Desa Sabrang Kecamatan Delanggu. Setelah selesai dibangun akhir tahun 2015, bank sampah itu dikelola oleh kelompok swadaya masyarakat (KSM) desa setempat. Pengelolaan bank sampah itu pada awalnya difasilitasi dan dipihaki beberapa bulan lamanya oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Klaten.

Namun setelah DLH menyerahkan pengelolaannya ke desa, bank sampah itu menurut warga dikelola oleh BUMDes Sabrang. Sayangnya, sejak dikelola oleh BUMDes pada 2017 aktivitas di bank sampah itu berhenti total.
Dan bank sampah itu berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah (TPS).

"Sejak dilepas oleh Dinas Lingkungan Hidup itulah tutup total dan jadi tempat pembuangan sampah. Memang sangat disayangkan," kata Ismail, warga Desa Sabrang, Kamis (25/4/2019).

Dia juga mempertanyakan keberadaan aset bank sampah seperti sepeda motor roda tiga sejumlah 2 unit jenis Tossa dan Viar. Begitu juga dengan kondisinya saat ini. Sebab aset itu diketahui tidak ada di dalam gedung bank sampah.

Keprihatinan juga diungkapkan warga Desa Sabrang lainnya. Kepada koran bernas di lokasi bank sampah, mereka mengaku tidak habis fikir mengapa bantuan itu tidak dimanfaatkan sebaik mungkin oleh desa.

"Maksud pemda membangun ini tentu memiliki tujuan baik. Intinya mengatasi masalah sampah dengan memberdayakan warga. Tapi mengapa ini tidak dimanfaatkan dengan baik," ujar Hery.

Sebenarnya kata Hery, sampah bisa dikelola dengan baik dan memiliki nilai ekonomis. Namun semua itu kembali kepada pengelolanya apakah punya niat apa tidak.  Nyatanya di desa lain sampah bisa diolah dan daur ulang serta laku dijual.

Kepala Desa Sabrang Rohmad Wiyono belum bisa dikonfirmasi terkait tidak beroperasinya dan beralih fungsinya bangunan bank sampah di desanya. (yve)



Kamis, 25 Apr 2019, 21:47:39 WIB Oleh : Prasetiyo 724 View
Banyak Robot Perang di Unsoed
Kamis, 25 Apr 2019, 21:47:39 WIB Oleh : Sholihul Hadi 9103 View
Cak Nun Blak-blakan Ungkap Situasi Setelah 17 April
Kamis, 25 Apr 2019, 21:47:39 WIB Oleh : warjono 387 View
Apartemen Disebut Lebih Efisien dan Kondusif

Tuliskan Komentar