atas1

Bahaya Sebut Oposisi Itu Makar

Minggu, 30 Jun 2019 | 16:42:54 WIB, Dilihat 726 Kali
Penulis : Sholihul Hadi
Redaktur

SHARE


Bahaya Sebut Oposisi Itu Makar Ketua DPW PKS DIY Darul Falah dan anggota DPR RI Sukamta menyampaikan keterangan pers di Kantor DPW PKS DIY, Minggu (30/6/2019). (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Ini Penyebab Air Sumur Pamsimas Tak Layak Konsumsi


KORANBERNAS.ID – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sukamta, menyatakan dalam sistem demokrasi di negara mana pun sikap oposisi terhadap pemerintah yang sedang berkuasa merupakan langkah yang benar.

Sangat berbahaya apabila ada pihak-pihak tertentu berupaya menyebut oposisi sebagai gerakan makar atau anti-pemerintah. Pengertian yang salah itu harus diluruskan supaya masyarakat mengerti maknanya secara benar.

“Ini yang harus dipahami oleh yang sedang memerintah. Oposisi itu bukan anti-pemerintah tetapi justru sama-sama berada di dalam pemerintahan. Bahaya jika oposisi disebut anti-pemerintah. Kalau anti pemerintah namanya makar. Ibarat pertandingan tinju, oposisi itu ber-partner bukan musuh,” ungkapnya, Minggu (29/6/2019), di Kantor DPW PKS DIY Jalan Gambiran Yogyakarta.

Di sela-sela kegiatan Syawalan PKS DIY yang dihadiri pengurus PKS dari tingkat provinsi hingga desa/kelurahan itu, lebih lanjut Sukamta menjelaskan apabila dalam suatu negara tidak ada oposisi maka jalannya pemerintahan bisa lepas kontrol dan sangat membahayakan rakyat karena bersikap semena-mena.

Sangat aneh apabila pemerintahan tanpa oposisi. Ibarat permainan sepakbola hanya ada satu kesebelasan saja, tidak punya lawan bertanding.

“Jika tidak ada oposisi pemerintah bisa bersikap semena-mena karena tidak ada yang mengkritisi maupun memberikan masukan untuk perbaikan. Justru oposisi itu mendukung pemerintah untuk kepentingan rakyat. Siapa pun yang memerintah pasti butuh kritikan dan masukan,” tandasnya.

Ketua DPW PKS DIY, Darul Falah, menambahkan jajaran partai yang dipimpinnya sudah sepakat mengusulkan ke DPP PKS di Jakarta agar partai ini tetap konsisten menjadi oposisi atau berada di luar pemerintahan.

“Kami DPW PKS DIY akan mengusulkan kepada DPP PKS agar tetap konsisten menjadi oposisi. lni penting dilakukan agar ada check and balance terhadap pemerintah yang berkuasa dan tetap bersikap kritis atas kebijakan pemerintah yang salah dan merugikan kepentingan rakyat,” tandasnya.

Menurut dia, usulan dari DIY apakah diterima ataukah tidak sepenuhnya sangat tergantung keputusan akhir Majelis Syura. Setelah itu, DPW PKS DIY sebatas hanya menjalankan keputusan dari DPP.

“Di PKS itu tradisinya yang menentukan adalah Majelis Syura. Ini penting karena ada kecenderungan opsisi sekarang ini dianggap nggak laku. Jika semua parpol berada di pemerintah kondisi ini tidak bagus bagi sistem demokrasi,” sambung Sukamta.

Suara meningkat

Terkait agenda Pemilu 2019 sebagai hajatan demokrasi di Indonesia, Darul Falah bersyukur capaian perolehan suara Pemilu Legislatif PKS DIY secara umum mengalami peningkatan di level kabupaten/kota, provinsi maupun pusat.

Di tingkat kabupaten, secara keseluruhan PKS di DIY memperoleh 9,11 persen suara dari suara sah. Persentase tertinggi perolehan suara ada pada tingkat provinsi sebesar 11 persen kemudian DPR RI 10,5 persen suara.

Dibanding perolehan suara Pemilu 2014, persentase peningkatan suara tertinggi dicapai di tingkat pusat, sebesar 45 persen diikuti provinsi 35 persen dan tingkat kabupaten sebesar 20 persen.

“Peningkatan suara ini berkontribusi kepada perolehan kursi PKS di DIY dengan rincian 1 kursi di tingkat DPR Rl (tetap), 7 kursi DPRD DIY (bertambah 1 kursi) dan 24 kursi di DPRD Kabupaten/Kota atau tetap,” ungkapnya.

“Atas peningkatan suara PKS di DIY ini, kami mengucapkan syukur Alhamdulillah. Semua ini adalah karunia dari Allah Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata dia.

Darul Falah juga memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada seluruh caleg PKS, jajaran struktur, kader, simpatisan dan relawan yang telah bekerja keras bahu membahu untuk pemenangan pemilu.

“Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para ulama, tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat Yogyakarta yang memberikan dukungan kepada PKS. lni kepercayaan yang besar dan semoga bisa diwujudkan dalam perjuangan di mimbar legislatif,” ucap dia.

Selanjutnya pasca Pemilu 2019 ada dua agenda prioritas yang saat ini sedang disiapkan.

Pertama pelatihan caleg terpilih untuk memberikan bekal visi perjuangan dan bekal teknis serta penguatan komitmen perjuangan rakyat dan antikorupsi dengan penandatangan pakta integritas oleh caleg'terpilih.

Kedua, konsolidasi struktur, kader dan simpatisan sebagai agenda recovery pasca-pemilu dan persiapan menghadapi Pilkada serentak 2020 di Bantul, Gunungkidul dan Sleman. (sol)



Minggu, 30 Jun 2019, 16:42:54 WIB Oleh : Masal Gurusinga 1694 View
Ini Penyebab Air Sumur Pamsimas Tak Layak Konsumsi
Minggu, 30 Jun 2019, 16:42:54 WIB Oleh : W Asmani 1537 View
Langit Pantai Ketawang Berhias Layang-layang
Minggu, 30 Jun 2019, 16:42:54 WIB Oleh : Arie Giyarto 2841 View
Saat Malam Pasar Tradisional Ini Mirip Hotel

Tuliskan Komentar