Kamis, 06 Mei 2021,


badut-dan-manusia-perak-bermunculan-ini-sikap-dprdKetua Komisi A DPRD Gunungkidul, Ery Agustin (kiri) bersama Ketua DPRD Endah Subekti Kuntariningsih. (sutaryono/koranbernas.id)


Sutaryono
Badut dan Manusia Perak Bermunculan, Ini Sikap DPRD

SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL -- Beberapa bulan terakhir badut dan  manusia perak marak bermunculan di berbagai persimpangan jalan wilayah Wonosari. Masalah ini secara khusus menjadi perhatian DPRD Gunungkidul.


Menyikapi fenomena tersebut, Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Ery Agustin,  mengungkapkan pihaknya sudah bertemu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terkait situasi tersebut.


“Kami sampaikan teguran juga soal maraknya gelandangan dan pengemis (gepeng) termasuk badut dan manusia perak di Wonosari belakangan ini,” kata Ery Agustin kepada wartawan di Wonosari, Rabu (31/3/2021).

Menurut dia, para gepeng tersebut tidak hanya mengamen di berbagai persimpangan kawasan Kota Wonosari namun sudah tampak berkeliaran sejak pagi hari. Bahkan terlihat pula di sekitaran Bangsal Sewokoprojo Wonosari.


Ery menyayangkan, karena Bangsal Sewokoprojo merupakan landmark atau wajahnya Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. "Sewokoprojo itu wajahnya Gunungkidul, tapi sudah disusupi oleh badut hingga manusia silver atau perak,” keluhnya.


Dengan masalah ini pihaknya mengharapkan ada tindakan tegas apalagi Peraturan Daerah (Perda) terkait penertiban gepeng dan sejenisnya sudah ada.


Terpisah, Kepala Seksi Operasional Pengendalian Satpol-PP Gunungkidul, Junjung Marhendro, menjelaskan operasi sudah dilakukan sejak Senin (29/3/2021). Selama dua hari operasi, setidaknya empat orang terjaring.

Saat diinterogasi, Junjung mengatakan keempatnya mengaku berasal dari luar Gunungkidul. Persisnya dari Kota Yogyakarta dan Magelang Jawa Tengah. “Mereka rupanya nglaju dari tempat asalnya ke Wonosari. Tiap hari seperti itu,” ungkapnya.

Diakui pihaknya tidak bisa memastikan apakah mereka berasal dari kelompok yang sama. Dia heran melihat mereka muncul di berbagai titik dengan jam yang sama setiap harinya.

Dalam upaya menuntaskan masalah ini, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Gunungkidul. Hal itu dilakukan mengantisipasi kembalinya mereka ke jalanan, meski sudah mendapat teguran.

“Jadi nanti kalau mereka muncul lagi, akan langsung diangkut ke Panti Sosial. Kewenangannya ada di Dinsos,” kata Junjung. Dia berharap masyarakat tidak memberikan uang kepada mereka. Sebab hal itu justru akan memicu mereka untuk bertahan dan membawa rekan-rekannya. (*)



SHARE

'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini