Kamis, 21 Okt 2021,


asyiknya-jumping-dan-bermanuver-dengan-atv-di-mob-adventureAtraksi baru bermain ATV di MOB Adventure Kalitirto Berbah Sleman. (warjono/koranbernas.id)


Warjono
Asyiknya Jumping dan Bermanuver dengan ATV di MOB Adventure

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Anda suka dengan wisata yang menguji adrenalin? Mengendarai ATV di wilayah Berbah ini mungkin bisa menjadi pilihan. ATV boleh sama dengan di tempat lain tapi trek yang dibuat di area persawahan tak jauh dari jalur lintasan kereta api  Solo-Jogja, menyuguhkan sensasi berbeda. Terlebih, trek sepanjang sekitar 400 meter ini, didesain layaknya  lintasan race balap trail, lengkap dengan gundukan untuk njumping, sejumlah kubangan dan jalurnya yang meliuk-liuk.


Saat sekarang, untuk menjajal berkendara ATV pada area persawahan Kampung Mangunan ini, Anda bisa berangkat dari Omah Bianca yang berjarak sekitar dua kilometer dari sirkuit yang kemudian disebut dengan nama MOB Adventure.


MOB adalah kependekan dari Mangunan Omah Bianca. Adapun Omah Bianca merupakan resto yang menyuguhkan menu utama berupa Ayam Dimas. Yakni masakan ayam kampung goreng ataupun bakar, lengkap dengan kremesnya nan gurih dan sambalnya dengan cita rasa khas dan segar.

Rute sejauh sekitar dua kilometer ini, hitung-hitung sekaligus sebagai ajang mengenali dan lebih menyatu dengan ATV masing-masing. Utamanya dalam hal membiasakan cara memindah gigi persneling.


Penggagas sekaligus pengelola MOB Adventure, Guntur Eka Prasetya, mengatakan berkendara ATV memang sedikit berbeda dengan mengendarai sepeda motor.

“ATV, kalau kita injak gigi persneling yang depan dan gas kita tarik, justru kendaraan akan bergerak ke belakang. Untuk bisa bergerak maju, maka gigi persneling kita injak yang belakang secara bertahap hingga tiga kecepatan. Kendaraan ini juga tidak dilengkapi kopling. Tuas di stang bagian kiri untuk rem belakang dan tuas di bagian kanan untuk rem depan,” kata Guntur.

Guntur buru-buru melanjutkan, agar pengendara tidak perlu khawatir, karena dipastikan akan mendapat briefing terlebih dulu sebelum mengendarai ATV.

Guntur saat ini menyiapkan sepuluh unit ATV. Satu di antaranya menggunakan transmisi matic. Sebelum berangkat, setiap pengendara wajib mengenakan sepatu boot dan helm yang telah disiapkan sepaket dengan ATV. Sangat disarankan, pengendara mengenakan kacamata dan membawa pakaian ganti, mengingat arena yang sebagian berdebu saat kemarau dan beberapa titik berkubang lumpur.

“Dari sini (Omah Bianca-red) sampai ke lokasi, saya yakin peserta sudah paham dengan ATV nya. Di arena nanti, satu sampai dua putaran, asal pengendaranya memang berani, saya sarankan memacu kendaraan agak kencang. Kalau lebih kencang, handling ATV-nya sebenarnya akan lebih nyaman. Enteng bermanuver. Jangan khawatir jatuh. Tidak mungkin jatuh atau terbalik. Yang perlu diingat, kita ini naik ATV. Kendaraan roda empat. Kalau sedikit agak miring, jangan sesekali kaki kalian mencoba turun, nanti bisa tertabrak roda belakang. Cukup kita imbangi dengan tubuh kita saja,” saran Guntur lalu memberikan contoh tanpa mengurangi tarikan gas saat menikung.

Roda sebelah dalam ATV yang ia kemudikan memang sempat sedikit terangkat. Tapi hanya sesaat, ATV itu lalu kembali ke posisi normal sambil terus melaju.

Satu-satunya di Sleman

Guntur mengaku, ide membuat atraksi ATV ini sudah cukup lama. Guntur yang dulu mengelola Kampung Batik Mangunan di Kalitirto Berbah ini, melihat adanya peluang untuk permainan ATV di Sleman yang sampai saat ini belum ada.

Guntur yang sedari kecil menyukai balap ini mengaku optimistis atraksi berkendara ATV akan menjadi alternatif menarik bagi pelancong yang datang ke Yogyakarta dan Sleman khususnya. Selain belum ada alias satu-satunya, dia juga memberikan sentuhan yang berbeda bagi tamu.

“Di Bantul memang ada ATV. Tapi treknya jelas berbeda. Di Bantul itu lebih untuk wisatawan pada umumnya. Kalau MOB Adventure, sebenarnya lebih pas untuk yang suka tantangan. Tapi bukan berarti yang pemula tidak boleh. Pemula pun tetap bisa, tetap kita layani,” kata Guntur.

Saat ini trek di MOB Adventure didesain dengan rute bolak balik saling menyilang layaknya trek balapan trail. Tapi ke depan apabila antusiasme wisatawan berkembang, Guntur berencana akan membuat trek lebih luas dan memutar, dengan menyewa sekitar empat hingga lima petak sawah. Bukan mustahil, di jalurnya nanti juga akan dimodifikasi dengan beberapa fasilitas persinggahan dengan menyajikan minuman tradisional misalnya kelapa muda atau yang lain.

“Ini tahapnya masih ke pengenalan. Kita menjual paket naik ATV ini dengan harga 150 ribu per orang, sudah termasuk satu kali makan di Omah Bianca. Lama berkendara satu jam. Tapi kalau ada yang ingin lebih hemat, kami juga bisa dengan penawaran 15 menit berkendara seharga 50 ribu. Yang tidak ingin paket makannya juga bisa. Untuk 1 jam naik ATV cukup dengan 100 ribu,” lanjutnya.

Guntur mengakui, kendati masih baru dan baru mulai dikenalkan, peminat ATV di MOB Adventure mulai berdatangan. Tamu umumnya berasal dari komunitas-komunitas penyuka petualangan serta perwakilan dari institusi dan perusahaan.

Kelompok yang sempat mencoba atraksi ATV di Berbah ini, adalah komunitas jurnalis dari sejumlah media. Sekitar enam orang jurnalis, sengaja mencoba atraksi yang memang belum pernah ada di Yogyakarta maupun Sleman.

Sulistyawan atau yang kerab dipanggil Wawan Dibyo, mengaku surprise memperoleh kesempatan menjajal permainan ini. Dia sangat antusias dan memilih ATV matic 150 CC, yang secara bodi dan mesin paling besar dibanding yang lain. Berangkat dari Omah Bianca, Wawan memilih start nomor dua di belakang Guntur yang memimpin iring-iringan.

Baru berjalan sekitar 300 meter, ATV yang dikemudikan Wawan Dibyo dan pembonceng Heru Otto, sempat oleng ke kiri dan masuk ke kebun warga. Beruntung, kendaraannya tidak menabrak sesuatu dan sempat direm. Namun kejadian naas terulang saat ATV yang kemudian dia kendarai sendiri melintas di jalan aspel di tengah area persawahan menuju MOB Adventure. Lagi-lagi ATV nya oleng ke kiri dan dibarengi teriakan panik, ATV bongsor itu pun masuk parit.

“Ternyata tidak gampang mengendalikan ATV ini. Bener kata Mas Guntur, untuk pemula tetap harus fokus dan justru jangan terlalu pelan karena berat mengendalikan kemudinya. Saya tadi hanya meleng sedikit, tahu-tahu belok sendiri ke kiri,” kata Wawan tertawa.

Meski tidak mudah, Wawan mengaku asyik dan sangat menikmati momen berkendara ATV ini. Dia merasa menemukan hal baru, untuk menikmati waktu berlibur di Sleman.

“Kalau jeep off road kan sudah banyak. Yang ATV setahu saya baru di Berbah ini yang ada. Menariknya, lokasinya tidak jauh dari kota, tapi tetap asri di perkampungan. Dari bandara Adisutjipto hanya berjarak sekitar dua kilometer. Bagi saya atraksi ini sangat direkomendasikan. Yang suka naik jeep offroad, saya yakin juga akan suka dengan atraksi ini,” kata dia. (*)


TAGS: ATV  MOB  Adventure 

SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini