Rabu, 02 Des 2020,


asalkan-ganti-rugi-sesuai-tak-masalah-sutet-dibangunKonsultasi Publik Pengadaan Tanah Pembangunan Sutet 500 KV Ungaran-Pedan di Kantor Desa Mrisen Kecamatan Juwiring. (masal gurusinga/koranbernas.id)


Masal Gurusinga

Asalkan Ganti Rugi Sesuai Tak Masalah Sutet Dibangun


SHARE

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Rencana pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) kapasitas 500 KV jalur Ungaran-Pedan mengundang reaksi beragam dari warga terdampak. Sebagian tidak mempersoalkan asalkan ganti rugi lahan sesuai, sebagian lagi bersikukuh menolak lahannya dipakai membangun Sutet.

Perbedaan sikap dan pendapat itu dikemukakan warga kepada koranbernas.id sesaat sebelum dimulainya Konsutasi Publik Pengadaan Tanah Pembangunan Sutet 500 KV (Kilo Volt) Ungaran-Pedan di Kantor Desa Mrisen Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Kamis (19/11/2020).


Baca Lainnya :

Hadir pada pertemuan itu perwakilan Pemprov Jawa Tengah, Camat Juwiring Herlambang Jaka Santosa, Camat Pedan Marjana, kepala desa dan warga terdampak rencana pembangunan Sutet, muspika dan perwakilan BPN.

Sumanto, warga Karangmandi Desa Mrisen Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten saat ditemui di Kantor Desa Mrisen menceritakan dirinya sudah beberapa kali ikut pertemuan namun belum ada hasil apa-apa.


Baca Lainnya :

“Saya datang ke sini (Kantor Desa Mrisen) mewakili anak yang sedang kerja. Saya juga ikut tiga kali pertemuan ini. Kalau bisa Sutet dibangun jangan lewat tanah saya. Sebab nanti hasil panen akan berkurang,” katanya.

Ditanya berapa luas sawahnya yang akan terdampak pembangunan, dia menjawab belum tahu. Namun jika boleh jangan lewat tanahnya.

Warga Trasan lainnya, Mudo Suripto, menjelaskan sudah empat kali ikut pertemuan membahas rencana pembangunan Sutet. Dirinya diundang pertemuan karena sawah miliknya terdampak pembangunan.

“Sawah saya itu nanti pas kena as tengah Sutet. Makanya kalau nanti cocok harganya silakan dibangun. Tapi kalau tidak ya tidak boleh dibangun di atas sawah saya,” ujarnya.

Kekecewaan atas rencana pembangunan Sutet juga disampaikan Susilo, warga Desa Sawahan Kecamatan Juwiring. Dia dijanjikan segera menerima ganti rugi namun tidak ada.

“Sudah dijanjikan akan cair hari ini tapi tidak juga. Kalau harga (ganti rugi) sudah cocok mangga dibangun. Cuma 160 meter yang akan kena dampak,” terang Susilo.

Bambang Harwanto perwakilan dari Pemprov Jateng mengatakan warga terdampak rencana pembangunan Sutet yang diundang berasal dari tiga desa wilayah Kecamatan Juwiring yakni Trasan, Mrisen dan Sawahan serta Desa Kaligawe Kecamatan Pedan.

“Ini adalah pertemuan tatap muka kita yang kedua. Nyuwun sengkuyung Bapak dan Ibu sekalian buat proyek Sutet dari PLN. Harapannya tidak berkepanjangan agar tahun 2021 bisa segera direalisasikan,” pintanya.

Acara serupa juga dilaksanakan di aula Kantor Camat Tulung pada jam yang sama. Menurut Endro Hudiyono, anggota Sekretariat Tim Pengadaan Tanah Provinsi Jawa Tengah,  di Kabupaten Klaten ada 20 desa di 6 kecamatan yang terdampak rencana pembangunan Sutet yakni Kecamatan Tulung, Karanganom, Polanharjo, Delanggu, Juwiring dan Pedan.

Pembangunan Sutet ini merupakan salah satu program pemerintah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diharapkan didukung dan disukseskan.

“Hasil konsultasi publik ini jadi dasar kami. Setelah itu nanti Pak Gubernur akan membuat SK penetapan lokasi pembangunan,” kata Endro di Kantor Camat Tulung. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini