anggota-mpr-ri-sukamto-ajak-pemuda-terus-dengungkan-empat-pilar-kebangsaanAnggota MPR RI, Sukamto, memaparkan materinya saat Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Republik Indonesia, Minggu (18/9/2022) malam, di Balai Aspirasi Rakyat Jalan Kaliurang Condongcatur Sleman. (sholihul hadi/koranbernas.id)


Siaran Pers
Anggota MPR RI Sukamto Ajak Pemuda Terus Dengungkan Empat Pilar Kebangsaan

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN – Anggota MPR RI, H Sukamto SH,  mengajak kalangan pemuda untuk terus mendengungkan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.


Ajakan tersebut disampaikan saat Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Republik Indonesia, Minggu (18/9/2022) malam, di Balai Aspirasi Rakyat Jalan Kaliurang Condongcatur Sleman.


“Apa tujuan empat pilar? Supaya di masyarakat tidak ada diskriminasi. Intisarinya, jangan ada pendiskreditan atau pemojokan, atau istilah mayoritas dan minoritas itu sudah hilang dari Indonesia. Duduk sama rendah berdiri sama tinggi, pahami tentang kebangsaan kita, jangan ada pembedaan karena agama, kita harus saling menghormati,” ujar Sukamto.

Menurut dia, empat pilar ini menjadi satu yang tidak bisa terpisahkan. “Apa maknanya empat pilar? Kita menyadari, kuncinya Indonesia adalah negara besar dengan beraneka ragam suku, agama dan kekayaan alamnya melimpah. Yang unik, masyarakat tinggal di daerah yang berbeda dengan sejarah yang juga berbeda,” ungkapnya.


Anggota MPR RI dari Fraksi PKB Daerah Pemilihan (Dapil) DIY ini lebih jauh menyampaikan Indonesia memiliki 13 ribu pulau. Dari situ tumbuh bahasa-bahasa daerah yang beragam disertai budaya yang berbeda-beda.

Khusus di Yogyakarta saja, ujarnya mencontohkan, terdapat 18 aliran kepercayaan. Sekali lagi, kata kuncinya masyarakat tetap bersatu dengan bahasa Indonesia, sekaligus untuk mempererat persatuan dan kesatuan.

“Kita harus saling menghargai, harmonis satu sama lain. Kata kuncinya itu. Mayoritas dan minoritas tidak ada lagi. Kita harus menganggap sama tidak boleh ada yang dikucilkan. Itu kuncinya,” tandasnya.

Mengingat pentingnya Pancasila, selama ini pelajaran Pancasila tidak ada di dalam kurikulum sekolah harapannya pada 2023 dapat menjadi pelajaran pokok.

“Karena selama ini banyak yang lupa,” kata Sukamto di hadapan anak-anak muda dari Sinduadi serta Depok Sleman dan sekitarnya sebagai peserta sosialisasi, maupun tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan itu Sukamto meminta tiga orang perwakilan pemuda maju dan melafalkan Pancasila. Sebagai bentuk apresiasi, mereka yang hafal langsung diberi hadiah uang tunai. (*)


TAGS: sosialisasi 4pilar 

SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini