Senin, 27 Sep 2021,


anggota-dprd-kota-yogyakarta-minta-pemkot-bantu-warga-miskin-kesulitan-cari-lokasi-makamDeddy Jati Setyawan (kiri) menyampaikan keterangan. (dok.koranbernas.id)


Siaran Pers
Anggota DPRD Kota Yogyakarta Minta Pemkot Bantu Warga Miskin Kesulitan Cari Lokasi Makam

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Yogyakarta, Deddy Jati Setyawan, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta membantu warga miskin yang kesulitan mencari lokasi makam untuk anggota keluarganya yang meninggal dunia.


Peristiwa telantarnya jenazah pasien terkonfirmasi Covid-19 di RSUD Wirosaban selama beberapa hari karena faktor keadaan ekonomi keluarga, jangan sampai terulang lagi.


“Ini keprihatinan kami. Kenapa bisa terjadi. Harapan saya jangan sampai terulang kembali. Perlu kita tekankan pemerintah harus hadir menyikapi hal tersebut,” ungkap Deddy, Kamis (22/7/2021).

Menurut dia, pemerintah harus hadir supaya masalah itu tidak menjadi preseden buruk. Jangan sampai biaya  menjadi alasan tertundanya pemakaman jenazah. “Fraksi PDI Perjuangan mengharapkan Pemkot harus hadir menindaklanjuti yang terjadi di masyarakat. Harapan kami hal serupa tidak terulang kembali,” kata dia.


Tak hanya prihatin, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Yogyakarta,  Endro Sulaksono, juga merasa heran ada jenazah telantar beberapa hari.

Ini bermula ketika ada seorang ibu bertamu ke kantor DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, melaporkan ada anggota keluarganya meninggal dunia di rumah sakit. “Kita kaget sampai Rabu malam jenazah belum dimakamkan, sejak senin siang,” kata Endro.

Malam itu juga Endro bersama tim Baguna maupun rekan-rekannya sesama anggota dewan berkoordinasi sekaligus berbagi tugas melakukan advokasi. Tujuannya hanya satu yakni menolong supaya segera ada solusi.

Sebagian anggota dewan mencari informasi lokasi pemakaman, sebagian lagi menghubungi Dinas Sosial, Dinas Kesehatan maupun BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). “Kita muter-muter ke beberapa makam,” ucapnya.

Upaya itu akhirnya membuahkan hasil, termasuk biaya bedhah bumi sebesar Rp 5 juta sudah dibayarkan oleh lurah setempat. Sedianya anggota dewan patungan untuk menutup biaya tersebut.

Endro menegaskan, supaya peristiwa serupa tidak terjadi lagi Pemkot Yogyakarta perlu melakukan langkah-langkah evaluasi.

Menurut dia, harus ada skema satu pintu untuk memberikan informasi secara jelas, sehingga tidak terkesan saling lempar tanggung jawab. (*)


TAGS: DPRD  Kota  Yogyakarta 

SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini