atas1

Anak-anak Mulai Bosan dengan Gawai

Senin, 04 Feb 2019 | 20:30:18 WIB, Dilihat 449 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


Anak-anak Mulai Bosan dengan Gawai Suasana pelatihan Musrenbang bagi forum anak di Aula Merbabu Hotel Prima SR Beran Tridadi Sleman, Minggu (3/2/2019). (istimewa)

Baca Juga : Ayam Hadiah Meronta-ronta Saat Diserahkan


KORANBERNAS.ID -- Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman selenggarakan Pelatihan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Bagi Forum Anak.

Acara yang berlangsung di Aula Merbabu Hotel Prima SR Beran Tridadi Sleman, Minggu (3/2/2019) itu, diikuti 50 anak dari perwakilan Forum Anak Desa dan Kecamatan se-Kabupaten Sleman.

Sekretaris Dinas P3AP2KB, Tina Hastani, menjelaskan pelatihan Musrenbang bagi anak-anak perlu dilakukan untuk melatih mereka sejak dini menyuarakan aspirasinya dalam forum Musrenbang.

“Siapa bilang anak-anak itu tidak bisa dilibatkan pada suatu perencanaan wilayah. Siapa lagi yang bisa mengetahui kebutuhan mereka kalau bukan anak-anak sendiri. Kita sebagai pemerintah akan menampung dan melaksanakan apa yang mereka aspirasikan,” jelasnya.

Tina menjelaskan Musrenbang merupakan forum antar-pemangku kepentingan dalam rangka menyusun pembangunan daerah.

Di dalamnya terdapat  proses untuk menentukan kebijakan masa depan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dalam jangka waktu tertentu di daerah.

Pihaknya memberikan materi tentang arah kebijakan pembangunan Kabupaten Sleman dan implementasi hak-hak anak. Anak-anak juga diajak melakukan simulasi pelaksanaan Musrenbang.

Tina berharap dengan pelatihan ini anak-anak lebih kritis lagi melihat situasi dan turut serta merencanakan pembangunan di wilayah.

Pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik yang kurang berpihak pada anak namun juga pembangunan non-fisik.

Pemerintah dapat membagi porsi pembangunan yang ideal untuk pemenuhan hak-hak anak sesuai dengan aspirasi yang mereka sampaikan.

Tina menambahkan, pada Musrenbang lalu Forum Anak Sleman mengusulkan ruang terbuka hijau.  Ini karena, anak-anak mulai bosan dengan gawai (HP) dan ingin bermain di luar serta berinteraksi langsung seperti zaman dahulu.

“Ini menurut saya merupakan suatu terobosan dari forum anak yang sangat luar biasa karena anggapan dengan gawai bisa menggenggam dunia tidak sepenuhnya berlaku. Mereka tetap butuh ruang bermain untuk berinteraksi dan itu mereka sampaikan,” tambahnya.

Perwakilan Forum Anak Kecamatan Prambanan, Paramesti Marsa Agristi, menganggap pelatihan Musrenbang penting bagi anak-anak. Selain menambah pengetahun, juga melatih mereka tidak canggung.

Pada 2017 dirinya pernah mewakili Forum Anak Sleman dan menyampaikan aspirasinya tentang peringatan Hari Anak Nasional dan pelestarian permainan tradisional melalui kumpul bocah.

Alhamdulillah semua usul bisa diakomodir oleh pemerintah dan sudah terealisasi,” jelas remaja yang akrab disapa Sasa ini.

Forum Anak Sleman sudah menyampaikan keinginan untuk melakukan pelatihan bagi pemilih pemula. (sol)



Senin, 04 Feb 2019, 20:30:18 WIB Oleh : Arie Giyarto 579 View
Ayam Hadiah Meronta-ronta Saat Diserahkan
Senin, 04 Feb 2019, 20:30:18 WIB Oleh : Sholihul Hadi 551 View
Ajak Guru Gelorakan Pancasila
Minggu, 03 Feb 2019, 20:30:18 WIB Oleh : Masal Gurusinga 1617 View
Warga Kampung Sembir Salatiga Bingung

Tuliskan Komentar