atas1

Anak-anak Antusias Sumbang Korban Bencana

Jumat, 26 Okt 2018 | 08:09:06 WIB, Dilihat 886 Kali
Penulis : Sari Wijaya
Redaktur

SHARE


Anak-anak Antusias Sumbang Korban Bencana Siswa SDIT Insan Utama mengelar penggalangan  bantuan untuk Palu, Donggala  di sekolah mereka. (Istimewa)

Baca Juga : Menata Bantul Tidak Bisa Asal-asalan


KORANBERNAS.ID -- Sekolah Dasar Insan Terpadu  (SDIT)  Insan Utama Jalan Brawijaya Gatak Desa Tamantorto Kecamatan Kasihan Bantul, menggelar pengumpulan sumbangan bagi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah.

Pengumpulan dana dan barang-barang itu dilakukan sejak 10 Oktober, dan disambut antusias oleh anak didik yang berjumlah 488 maupun orang tua atau wali siswa.

Alhamdulillah semua antusias dan mendukung, termasuk dari orang tuanya atau wali,” kata Sulastri Sag, Kepala SDIT Insan Utama, Kamis (25/10/2018), di sekolah setempat.

Kegiatan ini untuk menanamkan sifat dan sikap sosial peduli kepada sesama. Juga sifat gigih, mau berkorban, tolong menolong, menanamkan kejujuran, cinta tanah air  serta pantang menyerah. Melalui kegiatan bertajuk Bazar Peduli Palu Donggala, pihak sekolah  sebelum pelaksanan kegiatan  menawarkan kepada para  orangtua peserta didik. Bagi yang memiliki barang apa saja baik berupa elektronik maupun pakaian  layak jual,  supaya  bisa dikumpulkan untuk mensukseskan kegiatan amal tersebut.

Akhirnya saat itu terkumpul beraneka ragam jenis pakaian anak, baju dewasa, mainan anak, mobil-mobilan, boneka, alat tulis, alat dapur, elektronik dan barang lain.

“Anak-anak itu terlihat gembira bisa membantu sesama dan mengiklaskan barang kesayangan mereka ikut disumbangkan,” katanya.

Setelah barang terkumpul selanjutnya dikemas dan diberi label harga kemudian didisplai di depan kelas. Barang digelar saat  hari esktra kurikuler siswa.

SDIT Insan Utama memiliki kegiatan  ekstra berupa catur, beladiri, futsal, renang, pramuka, TIK, English Club, Wartawan Cilik, Hadroh, Tahfidzul Quran dan Qiroah.

Di saat jam ekstra itulah digelar marketday yang dikemas dalam Bazar Peduli Palu Donggala. Pembelinya  adalah orang tua dan anak-anak.

“Yang menjaga stan juga anak didik, termasuk untuk menghitung penjualan dengan didampingi guru. Hal ini untuk melatih mereka keberanian dan tanggung jawab,” katanya.

Jam pembelian diatur. Siswa saat jam marketday sedangkan orang tua saat jam penjemputan. Selama 10 hari terkumpul dana Rp 17 juta selanjutnya akan disalurkan melalui Jaringan Sekolah Islam teradu (JSIT), PGRI Kasihan dan Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Bantul seperti halnya  saat penggalangan dana gempa Lombok beberapa waktu lalu.

Selanjutnya  orangtua juga menerima laporan dana yang didapat tersebut. Bahkan kemudian ada yang membawa TV, DVD dan HP-nya untuk memperbanyak jumlah dana yang terkumpul.

“Orangtua wali SDIT Insan Utama memang memiliki dukungan yang besar terhadap setiap kegiatan yang digulirkan sekolah apalagi digunakan sebagai  kegiatan sosial,” katanya.

Karakter peserta didik SDIT Insan Utama tidak lepas dari keberhasilan kerjasama antar sekolah dan orangtua. Tanpa dukungan dari tiga elemen, yakni sekolah, orang tua dan masyarakat maka akan sulit mencapai target yang diharapkan.

Kegiatan itu juga untuk penanaman karakter pada diri anak. “Memang Penanaman nilai karakter sangat penting bagi masa sekarang ini, tantangan global baik pergaulan remaja, sistem teknologi dan lain-lain harus disikapi dengan bijak. Pembelajaran dengan praktik nyata ini memperkuat pemahaman peserta didik,” tandasnya.

Saatnya sekolah bersinergi dengan pihak-pihak terkait. Dari 18 nilai utama yang diusung dalam karakter, sekarang disederhanakan menjadi lima, yaitu Religius, Nasionalisme, Mandiri, Gotong Royong, dan Integritas. (sol)



Jumat, 26 Okt 2018, 08:09:06 WIB Oleh : Sholihul Hadi 654 View
Menata Bantul Tidak Bisa Asal-asalan
Kamis, 25 Okt 2018, 08:09:06 WIB Oleh : Arie Giyarto 2098 View
Tiga Perupa Pameran di Tembi Rumah Budaya
Rabu, 24 Okt 2018, 08:09:06 WIB Oleh : Sari Wijaya 956 View
Dirikan Tenda Terkumpul Rp 26 Juta

Tuliskan Komentar