atas1

AMAK Berencana Tambah Relawan Anti-Wuwuran

Senin, 29 Jul 2019 | 19:56:15 WIB, Dilihat 657 Kali
Penulis : Nanang WH
Redaktur

SHARE


AMAK Berencana Tambah Relawan Anti-Wuwuran Suasana training of trainer relawan Aliansi Masyarakat Anti Wuwuran, di Sekretariat AMAK, Minggu (28/7/2019). (istimewa)

Baca Juga : Tim Futsal Putri SMPN 3 Purbalingga Juara 1 AFP Jateng


KORANBERNAS.ID -- Aliansi Masyarakat Antiwuwur Kebumen (AMAK) berencana  menambah jumlah relawan.

Tambahan relawan itu direncanakan aktif  pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di 54 desa, November 2019.

Minggu (28/7/2019) AMAK menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) untuk relawan anti-wuwuran.

Ketua AMAK Eko Wahyudi mengatakan, ToT anti-wuwuran dan antikorupsi yang diselenggarakan divisi Anti-wuwur dan pencegahan korupsi AMAK, diikuti 25 relawan.

Ini sekaligus untuk mengevaluasi pelaksanaan pilkades serta pengawalan pemerintah desa pasca-pilkades di 346 desa.

Warisman Rahardjo selaku relawan AMAK menambahkan, pelatihan bila perlu dilanjutkan pengawalan anti-wuwur Pilkada Kebumen 2020.

Selanjutnya ada kurikulum yang bisa disusun sehingga gerakan moral ini akan jadi perubahan good and clean goverment di Kebumen.

Penasihat AMAK Dr H Teguh Purnomo SH M Hum MKn mengatakan, kegiatan ToT juga untuk memberi masukan ke Pemkab Kebumen, terkait aturan dan implementasi aturan pilkades. Jika  sudah ada persamaan persepsi, proses penegakan hukum akan lebih pasti.

AMAK diharapkan mengawal pilkades, Pilkada Kebumen 2020 maupun pilihan legislatif dan pilpres, sehingga semua personel AMAK harus menguasai aturan secara profesional.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Satpol PP Kebumen, Eko Purwanto, mengungkapkan saat ini sudah ada 10 perkara pilkades yang siap dilakukan penyidikan.

Penegakan hukum terkait pilkades tidak ada kedaluwarsanya. Sampai kapan pun perkara pilkades tetap bisa diproses hukum, walaupun yang bersangkutan sudah dilantik menjadi kepala desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Perlindungan Perempuan dan Anak Kebumen, Frans Haidar, menyatakan dari hasil evaluasi tahapan sebelumnya ditemukan menemukan sejumlah permasalahan yang akan diperbaiki pada Pilkades Serentak November 2019.

Permasalahan itu antara lain anggaran pilkades APBD Kebumen masih kurang. Ada panitia pilkades belum menggunakan maksimal APBDes  untuk menutup  kekurangan biaya pilkades yang bersumber dari APBD.

Panitia kurang sosialisasi teknis perubahan pilkades. Masih ada usulan perubahan teknis tahapan pilkades, serta wuwuran atau money politics. (sol)



Senin, 29 Jul 2019, 19:56:15 WIB Oleh : Prasetiyo 1188 View
Tim Futsal Putri SMPN 3 Purbalingga Juara 1 AFP Jateng
Minggu, 28 Jul 2019, 19:56:15 WIB Oleh : Nanang WH 2468 View
Jatuh di Panggung Tayuban, Seorang Kakek Meninggal
Minggu, 28 Jul 2019, 19:56:15 WIB Oleh : Sari Wijaya 1094 View
Mercon Meledak di Kerumunan, Puluhan Penonton Konser Musik Kecopetan

Tuliskan Komentar