atas1

Ajak Guru Gelorakan Pancasila

Senin, 04 Feb 2019 | 14:47:21 WIB, Dilihat 550 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Ajak Guru Gelorakan Pancasila Sinau Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kecamatan Kraton Yogyakarta, Senin (4/2/2019). (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Warga Kampung Sembir Salatiga Bingung


KORANBERNAS.ID -- Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto mengajak para guru serta tokoh masyarakat menggelorakan kembali Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, mengingat mereka memiliki posisi penting sebagai panutan di masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi pembicara Sinau Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kecamatan Kraton Yogyakarta, Senin (4/2/2019).

Kegiatan ini merupakan gelaran pertama program yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY, yang didukung Komisi A DPRD DIY di tahun 2019 dan menyasar 78 kecamatan se-DIY.

“Dari Kecamatan Kraton, kita mengajak para guru dan tokoh masyarakat, ayo gelorakan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, sehingga kita bisa hidup dalam suasana nyaman dan adhem ayem,” ungkap Alumni Lemhannas ini.

Di depan para peserta,  anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY ini menyampaikan, wilayah Kecamatan Kraton  memiliki arti penting bagi DIY bahkan Indonesia, karena menjadi pusat peradaban.

Dirunut dari sejarah, lanjut dia, kampus UGM (Universitas Gadjah Mada) lahir dari pagelaran Keraton Yogyakarta. Belum lagi, peristiwa-peristiwa sejarah lahir dari wilayah Kecamatan Kraton.

Selain itu, banyak tokoh berpengaruh lahir dari Yogyakarta. Sebut saja Sultan HB IX, KGPAA Paku Alam VIII, Tokoh Muhammadiyah Ki Bagus Hadikusumo, Ki Hadjar Dewantara dan sejumlah tokoh yang memiliki jasa besar atas lahirnya NKRI.

Artinya,  Kota Yogyakarta, adalah benar seperti yang disampaikan Sultan HB X sebagai Kota Republik sekaligus Kota Perjuangan.

“Bung Karno dan Bung Hatta juga menjadikan Yogyakarta sebagai Ibu Kota RI saat keadaan darurat. Sejarah kejuangan Jogja sungguh luar biasa. Ayo para generasi muda meneruskan semangat juang menjaga NKRI kita,” paparnya.

Kecamatan Kraton memiliki dimensi sejarah yang hebat. Karena itu, para guru diajak membangkitkan kembali nilai-nilai tersebut supaya para siswa dapat melihat kembali sejarah kebanggaan warga Yogyakarta dan menjadi catatan sejarah Indonesia.

“Dari Jogja ini juga lahir Maklumat 5 September. Bung Karno juga memberikan penghargaan dengan menetapkan Jogja sebagai Daerah Istimewa,” kata dia.

Khusus kepada perwakilan siswa SMA, Eko Suwanto, mengajak mereka memahami arti penting Bhinneka Tunggal Ika.

Pada dasarnya, manusia itu secara alamiah berbeda-beda suku serta ras. Manusia tidak bisa minta dilahirkan di tempat yang diinginkan.

"Meski berbeda tetapi tetap satu yaitu satu rumah bernama Indonesia. Jadi antarsekolah harus rukun ya. Nah buat yang muda muda ini kan suka pake sosmed. Ayo sinau Pancasila agar dalam penggunaan sosmed kita bisa lebih bijak,” kata Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY itu.

Dalam paparannya, Kepala Badan Kesbangpol DIY Agung Supriyono menyatakan program Sinau Pancasila dilaksanakan di 78 kecamatan, berkerja sama dengan Pusat Studi Pancasila dari sejumlah kampus di DIY. Selain itu, juga menggandeng Polri dan TNI.

Sedangkan Dr Surono dari Pusat Studi Pancasila UGM memaparkan materi mengenai revitalisasi dan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila.

Dia mengajak para peserta berpikir lebih kritis dan terus belajar Pancasila, UUD NRI 1945 serta berkomitmen menjaga NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Hadir pula dalam acara itu Kapolsek Kraton Kompol Etty H SIKom. (sol)



Minggu, 03 Feb 2019, 14:47:21 WIB Oleh : Masal Gurusinga 1617 View
Warga Kampung Sembir Salatiga Bingung
Minggu, 03 Feb 2019, 14:47:21 WIB Oleh : Nila Jalasutra 574 View
Pertandingan Tinju Digelar di Mal
Minggu, 03 Feb 2019, 14:47:21 WIB Oleh : Sari Wijaya 804 View
Jumari Tinggal di Rumah Mirip Kandang Ternak

Tuliskan Komentar