atas

Ada Kelengkeng Unik Berbuah Nyentrik

Jumat, 11 Jan 2019 | 00:58:51 WIB, Dilihat 265 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Ada Kelengkeng Unik Berbuah Nyentrik Pohon kelengkeng hasil inovasi Polbangtan Yogyakarta yang jauh lebih pendek dari pohon kelengkeng pada umumnya. (istimewa)

Baca Juga : Catat, Jogja Punya Stadion Bersertifikat Internasional


KORANBERNAS.ID -- Kelengkeng mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Ya, buah manis dari salah satu suku lerak-lerakan atau Sapindaceae  ini umumnya memiliki tinggi pohon mencapai 4m dan memiliki diameter buah sebesar 10-13 mm. Buah yang biasa dikonsumsi secara langsung ini memiliki ciri-ciri umum, yaitu buah berbentuk bulat, berwarna hijau ketika masih muda dan akan berwarna coklat ketika sudah masak.
    
Namun, ada yang berbeda dari pohon kelengkeng di salah satu kampus pertanian yang satu ini. Pohon kelengkeng di Polbangtan Yogyakarta ini jauh lebih pendek dari pohon kelengkeng pada umumnya atau bisa dibilang sangat pendek karena memiliki tinggi berkisar kurang lebih 1m. Tak hanya hal tersebut yang membuat pohon ini nampak berbeda dan menarik.

Dengan tinggi yang tak lazim, pohon kelengkeng ini sudah berbunga dan berbuah. Buahnya pun memiliki keunikan tersendiri. Ketika buah masih berwarna hijau dan masyarakat mungkin akan mengira kelengkeng tersebut masih mentah, padahal buah tersebut memang memiliki warna kulit yang hijau meskipun  sudah masak. Rasanya pun sangat manis dan berdaging buah tebal.
    
Ternyata kampus tersebut mengembangkan inovasi dalam penanaman pohon kelengkeng. Sehingga pohonnga bisa pendek dan buahnya berwarna hijau namun sudah manis.

“Kalau pendek dan dapat berbuah manis, kenapa harus tinggi?,” ujar Ketua Program Studi (Prodi) Agribisnis Hortkultura Polbangtang Yogyakarta-Magelang(YoMa), Ir. Rika Nalinda, MP, Kamis (10/1/2018).

Menurut salah satu dosen Polbangtan YoMa tersebut, kampus tersebut dituntut untuk mencetak pemuda-pemuda tani yang berinovasi. Sehingga menghasilkan petani milenial yang mampu meningkatkan ketahanan pangan melalui produk pertanian.
    
Pengembangan inovasi itu dilakukan sebagai upaya generasi penerus generasi pertanian pada era millenial dalam menggalakkan inovasi-inovasi tanaman yang unik dan bermanfaat. Dengan demikian dapat meningkatkan nilai prestige di sektor pertanian yang makin berkembang pesat. (*/yve)



Jumat, 11 Jan 2019, 00:58:51 WIB Oleh : W Asmani 158 View
Catat, Jogja Punya Stadion Bersertifikat Internasional
Jumat, 11 Jan 2019, 00:58:51 WIB Oleh : Sari Wijaya 150 View
Memancing, Pamungkas Terjebur Sungai
Jumat, 11 Jan 2019, 00:58:51 WIB Oleh : Prasetiyo 139 View
Ketika Wartawan Alih Profesi Jadi Guru

Tuliskan Komentar