atas

Ada 45 Ribu Pemilih Pindah Coblos ke DIY

Minggu, 14 Apr 2019 | 08:06:10 WIB, Dilihat 326 Kali - Oleh Arie Giyarto

SHARE


Ada 45 Ribu Pemilih Pindah Coblos ke DIY Ibu-ibu IKWI Cabang Yogyakarta foto bersama Ahmad S MHum Ketua Divisi Sosialisasi KPU DIY, usai sosialisasi. (istimewa)

Baca Juga : Sedikit-sedikit ke Puskesmas..


KORANBERNAS.ID – Sampai batas waktu yang ditentukan, tercatat 45.000 warga menyelesaikan pengurusan kartu A5 untuk melakukan pindah pencoblosan pemilihan presiden dan pemilihan legislatif serentak 17 April 2019.

Hal itu disampaikan Ahmad S Mhum, Ketua Divisi Sosialisasi KPU DIY saat berbicara di depan ibu-ibu Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) DIY, Sabtu (13/4/2019), di Gedung PWI Yogyakarta pada acara sosialisasi pencoblosan.

“Mereka tinggal di DIY sedang status kependudukannya ada di luar DIY. Sebagian besar mereka adalah mahasiswa serta karyawan yang ditugaskan di DIY,” kata dia.

Paling banyak dari Kabupaten Sleman, 25.000 orang, terutama dari Kecamatan Depok yang banyak kampusnya. Juga di RSUP Dr Sardjito karena banyak sekali orang yang ditugaskan di rumah sakit besar tersebut. “Disusul Kabupaten Bantul,” ujarnya tanpa menyebutkan angka.

Di luar itu memang ada sejumlah pemohon yang tidak berhasil mendapatkan kartu A5 lantaran persyaratan administrasi yang tidak bisa terpenuhi.

Mereka harus pulang kampung untuk menggunakan hak pilihnya. Kalau tidak berarti menjadi golput.

Menjawab pertanyaan koranbernas.id, Ahmad mengatakan di DIY terdapat 2.731.874 pemilih. Dibanding jumlah penduduk DIY yang hanya sekitar 3,4 juta, jumlah itu memang terlalu besar. “Karena banyak sekali penduduk dari luar DIY yang bermukim di DIY,” ungkapnya.

Ahmad S Mhum, Ketua Divisi Sosialisasi KPU DIY. (arie giyarto/koranbernas.id)

engingat banyaknya kartu yang harus dicoblos pada pemilu mendatang, KPU DIY banyak melakukan sosialisasi agar tidak terjadi surat suara tidak sah karena kekurangpahaman pemilih.

Terutama di wilayah desa terluar, pelosok pedesaan dan pinggiran di mana banyak sekali warga kurang pendidikan. Di antaranya Kecamatan Tepus Gunungkidul, Kecamatan Samigaluh Kulonprogo dan Kecamatan Dlingo Bantul.

Dengan begitu diharapkan pemilih di wilayah pelosok bisa menggunakan hak pilihnya dengan baik. "Kalau tidak tahu jangan segan-segan minta bantuan petugas di TPS," kata Ahmad.

Selain mengerti jenis lembaran kartu dengan warna sebagai pembeda kartu pilpres, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi serta DPRD Kabupaten/Kota, Ahmad juga minta agar begitu menerima kartu suara diteliti. Apakah  kartu betul-betul utuh, tidak ada cacat apalagi sudah tercoblos.

Dia berharap seluruh pemegang hak pilih pada 17 April 2019 berbondong-bondong ke TPS untuk menyalurkan aspirasinya memilih pemimpin lima tahun mendatang.

Dia juga berpesan agar jangan menerima uang karena itu melanggar peraturan  bisa diusut dan berbuntut panjang. (sol)



Sabtu, 13 Apr 2019, 08:06:10 WIB Oleh : Sholihul Hadi 212 View
Sedikit-sedikit ke Puskesmas..
Sabtu, 13 Apr 2019, 08:06:10 WIB Oleh : Sari Wijaya 2535 View
GKR Hemas Kampanye Dihibur Didi Kempot
Sabtu, 13 Apr 2019, 08:06:10 WIB Oleh : Arie Giyarto 355 View
Tiga Guru Besar Baca Puisi di Sastra Bulan Purnama

Tuliskan Komentar