atas1

ACT Siap Kirim Tim Kemanusiaan ke Uighur

Jumat, 21 Des 2018 | 19:53:01 WIB, Dilihat 1059 Kali
Penulis : Sholihul Hadi
Redaktur

SHARE


ACT Siap Kirim Tim Kemanusiaan ke Uighur Potret warga Muslim Uighur Xinjiang China. (istimewa)

Baca Juga : Warga Keluhkan Gundukan Tanah Bekas Galian


KORANBERNAS.ID – Senior Vice President Aksi Cepat Tanggap (ACT), Syuhelmaidi Syukur, menyatakan pihaknya siap mengirimkan tim kemanusiaan ke Daerah Otonomi Uighur Xinjiang. Ini merupakan tindak lanjut dari protes keras Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) terkait adanya dugaan penahanan sekitar satu juta warga muslim Uighur.

Dalam waktu dekat, ACT akan memberangkatkan tim untuk memberikan bantuan dan meninjau langsung sejumlah pengungsi Uighur.

InsyaAllah kita memberangkatkan tim dalam beberapa fase. Selain di Xinjiang, banyak diaspora Uighur tersebar di berbagai negara seperti Turki dan Kirgistan. Dalam minggu ini kami akan memberangkatkan Tim Sympathy of Solidarity (SOS) untuk Uighur I,” kata Syuhelmaidi, Rabu (19/12/2018), di Jakarta.

Menurut dia, pasang surut krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Uighur terjadi puluhan tahun silam. Krisis semakin memuncak dengan adanya pembatasan HAM (Hak Asasi Manusia) terhadap masyarakat Uighur, seperti pelarangan untuk beribadah.

Direktur Global Humanity Response (GHR) ACT, Bambang Triyono, menambahkan ACT saat ini berikhtiar penuh merespons dalam bentuk bantuan kemanusiaan. Sejak dua tahun lalu, tepatnya Januari 2017, ACT memberikan bantuan pendidikan kepada sejumlah mahasiswa Uighur di Turki. Di tahun yang sama, kurban dari masyarakat Indonesia juga ditunaikan bagi pengungsi Uighur di Turki.

“Sejumlah bantuan akan disampaikan kepada pengungsi Uighur, khususnya anak-anak yatim. Bantuan tersebut akan diberikan dalam bentuk bantuan pendidikan, modal usaha dan kebutuhan musim dingin,”  ungkapnya

Semua program akan segera diinisiasi. “Negara-negara yang akan kita kunjungi dalam keadaan musim dingin, bantuan yang diberikan juga berupa kebutuhan musim dingin,” kata Bambang.

Selain Turki, ACT akan menyapa pengungsi Uighur di tiga negara yang secara geografis berdekatan dengan wilayah domisili terbesar mereka, Xinjiang.  Tiga negara tersebut meliputi Kirgistan, Kazakhstan dan Uzbekistan. Tim diperkirakan dijadwalkan berangkat sebelum Januari 2019.

Bambang menyampaikan, isu kemanusiaan Uighur akan tetap menjadi perhatian Solidaritas Kemanusiaan Dunia Islam (SKDI). “GHR yang diberikan mandat soal ini sekuat tenaga pastilah merespons di mana pun ada isu-isu kemanusiaan yang ada di negara-negara SKDI. Termasuk Uighur, tidak menutup kemungkinan kita menyapa warga Uighur di tempat asalnya,” tambahnya.

Seperti diberitakan, masalah Uighur kembali menjadi perhatian dunia menyusul adanya desakan dari Amnesti International yang menuntut Pemerintah China bertanggung jawab atas penahanan massal etnis Uighur di kamp-kamp interniran di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang.

Sejumlah media internasional melaporkan, sekitar satu juta orang yang diduga berasal dari etnis Uighur ditahan dengan dalih reedukasi.

Tercatat beberapa tahun belakangan, otoritas China mengeluarkan sejumlah peraturan yang mendiskriminasi kebebasan individu Uighur dalam beragama, seperti melarang masyarakat muslim Uighur menjalankan puasa Ramadan atau mengenakan burka.

Tingginya represi yang diterima etnis Uighur di Xinjiang membuat sejumlah muslim Uighur mengungsi ke negara-negara yang berbatasan langsung dengan Xinjiang, seperti Kirgistan dan Turki.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammad Sirajuddin Syamsuddin atau Din Syamsuddin mengecam penindasan muslim Uighur di Xinjiang.

Din mengatakan, penindasan yang dilakukan kepada muslim Uighur di China telah melanggar hak asasi manusia.

Etnis Uighur merupakan suku minoritas muslim yang menjadi penduduk mayoritas di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang China bagian barat laut.

Berdasrkan sensus populasi etnik yang ditulis Departemen Statistik Populasi, Sosial, Sains dan Teknologi, Biro Statistik Nasional Tiongkok tahun 2000, sejumlah 45,84 persen penduduk di Xinjiang adalah suku Uighur

Beberapa bulan terakhir di tahun 2018 ini, sejumlah media internasional memberitakan adanya kamp indoktrinasi untuk warga etnis Uighur dari Pemerintah China. (sol)



Jumat, 21 Des 2018, 19:53:01 WIB Oleh : Masal Gurusinga 1027 View
Warga Keluhkan Gundukan Tanah Bekas Galian
Jumat, 21 Des 2018, 19:53:01 WIB Oleh : Nanang WH 1333 View
Napi Lapas Sleman Diduga Kendalikan Peredaran Sabu-Sabu di Kebumen
Jumat, 21 Des 2018, 19:53:01 WIB Oleh : Sholihul Hadi 1063 View
Warga Jogja Turun Jalan Kutuk Kekerasan di Xinjiang

Tuliskan Komentar