act-diy-targetkan-beri-beasiswa-200-anakKegiatan ACT DIY di Rumah Belajar Anak Cendekia Muslim (RBA CM) Dusun Kerto Kidul Kecamatan Pleret Bantul, Minggu (16/12/2018). (istimewa)


sholihul

ACT DIY Targetkan Beri Beasiswa 200 Anak

SHARE

KORANBERNAS.ID – Masyarakat Relawan Indonesia – Aksi Cepat Tanggap (MRI – ACT) DIY menargetkan pemberian beasiswa untuk 200 anak.

“Targetnya di tahun 2019 kami memberikan beasiswa kepada 200 anak sebagai bentuk dukungan dan kepedulian terhadap pendidikan anak negeri khususnya di wilayah DIY," kata Kharis Pradana, Tim Program ACT DIY.


Baca Lainnya :

Saat mengadakan kegiatan di Rumah Belajar Anak Cendekia Muslim (RBA CM) Dusun Kerto Kidul Kecamatan Pleret Bantul, Minggu (16/12/2018), dia menyampaikan Beasiswa Bintang Indonesia merupakan beasiswa yang diberikan ACT kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Melalui program Beasiswa Bintang Indonesia, ACT DIY berharap dapat ikut andil terhadap peningkatan kualitas pendidikan di DIY,” ujarnya.


Baca Lainnya :

Tujuan program ini untuk membantu meringankan biaya sekolah dan penyediaan sarana rumah belajar serta kegiatan belajar bersama para relawan MRI-ACT.

Kharis menambahkan, RBA CM adalah salah satu dari 4 Rumah Belajar yang diinisiasi MRI-ACT DIY. Tahun depan pihaknya juga menargetkan menginisiasi 20 Rumah Belajar.

Gathering Mitra ACT DIY di Resto Toean Watiman Yogyakarta, Minggu (16/12/2018). (istimewa)

Temu mitra

Pada hari yang sama, ACT DIY juga menyelenggarakan kegiatan Gathering Mitra.  Acara yang berlangsung di Resto Toean Watiman Yogyakarta tersebut sebagai sarana untuk menguatkan kemitraan kemanusiaan.

Head of Partnership Bagus Suryanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra atas dukungan terhadap berbagai program kemanusiaan.

"Kegiatan gathering ini akan diselenggarakan rutin setiap satu bulan sekali dengan harapan semakin menambah kepercayaan antara mitra dengan ACT,” ungkapnya.

Pihaknya terus membuka kesempatan kepada semua elemen masyarakat ikut bermitra guna menyelesaikan berbagai problem kemanusiaan.

Dia mengakui, perlu kerja sama untuk menyelesaikan banyaknya problem kemanusiaan di tingkat lokal, nasional, maupun global.

“Aksi Cepat Tanggap DIY selalu mengajak sebanyak-banyaknya elemen masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam menyelesaikannya,” kata dia.

Pada acara yang diikuti sekitar 50 mitra ini disampaikan kondisi terkini dan progress report program ACT skala global, nasional, maupun lokal DIY.

Untuk skala global, masalah kemanusiaan banyak dibahas mengenai kondisi terkini masyarakat Palestina, Suriah, Yaman serta Rohingya yang hingga kini masih mengalami krisis kemanusiaan.

Skala nasional fokus pada kondisi pemulihan korban gempa Lombok dan Palu-Donggala. Sedangkan untuk lokal DIY, dibahas mengenai penanggulangan kekeringan di Gunungkidul dengan program utamanya pembangunan Sumur Wakaf. (sol)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini