wah-ada-alat-kontrasepsi-bekas-pakai-di-hutan-habitat-keraKawasan Hutan Sodong Paliyan Gunungkidul yang merupakan habitat kera, sering jadi ajang mesum. (sutaryono/koranbernas.id)


St Aryono

Wah.., Ada Alat Kontrasepsi Bekas Pakai di Hutan Habitat Kera

SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL – Di balik membanjirnya wisatawan ke Gunungkidul, ternyata membawa masalah baru, utamanya hubungan lawan jenis yang nyaris tidak terkendali. Meskipun sudah banyak hotel dan losmen, namun masih banyak warga luar daerah yang justru memanfaatkan kawasan Hutan Sodong Kalurahan Karangasem Kapanewon Paliyan, untuk ajang mesum.

Meskipun kawasan hutan ini merupakan habitat kera, bahkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY dijadikan hutan untuk pengembangbiakan kera jenis ekor panjang (Macaca fascicularis), namun karena lokasi yang sepi dan strategis pinggir jalan besar menuju obyek wisata pantai, maka hutan ini kerap kali jadi ajang pacaran, bahkan melakukan hubungan layaknya suami isteri.


Baca Lainnya :

Di kawasan ini sebenarnya banyak ditemukan ratusan kera, karena memang habitanya. Namun pasangan yang sudah mabuk asmara ini seakan tidak mempedulikan. Apalagi, mereka bisa melampiaskan hasratnya di hutan, yang tentu saja gratis.

Ari Wibowo, salah satu warga setempat, mengatakan pihaknya bersama warga lain sebetulnya cukup geram. Biasanya pasangan lawan jenis datang di kawasan hutan ini pada sore hari hingga larut malam kemudian memakirkan kendaraaan di bahu jalan dan masuk ke dalam hutan.


Baca Lainnya :

"Sering kami tanya, namun mereka berkelit sekedar foto-foto. Tetapi lama-lama, setelah melihat suasana sepi langsung (berbuat) mesum," katanya, Senin (31/8/2020).

Menurutnya, kurangnya lampu penerangan, ditambah luasnya hutan, menjadi pemicu untuk tindakan asusila. Terlebih, setiap malam hanya ada satu petugas jaga. "Kalau malam hari sangat sepi bahkan tidak ada orang satu pun," katanya.

Pada pinggir hutan ini sebenarnya sudah dipasang papan pengumuman untuk tidak berbuat asusia. “Tetapi tetap saja, banyak yang memanfaatkan sepinya hutan untuk mesum. Bahkan kami sering menemukan alat kontrasepsi di hutan ini,” tambahnya.

Terpisah, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang ditempatkan pada kawasan Hutan Sodong, Gunawan Setiaji, mengakui kawasan hutan ini sering digunakan untuk berbuat asusila.

"Sering sekali. Apalagi hari libur sering memergoki pasangan berbuat mesum. Kalau kami tahu, langsung dibawa ke Polsek untuk dilakukan pembinaan," jelasnya.

Dilihat usia yang melakukan mesum, menurutnya, sangat beragam. “Ada perempuan yang masih SMP, namun laki-lakinya sudah tidak sekolah. Tetapi ada juga umurnya sudah lanjut dengan profesi pedagang, pernah kami pergoki berbuat layaknya suami istri di sini,” tuturnya.

Gunawan menambahkan, jam kerja petugas hanya mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, membuat lokasi ini sepi ketika sore bahkan malam hari.

Kapolsek Paliyan, AKP Edi Purnomo, mengaku akan meningkatkan patroli agar kawasan hutan ini tidak menjadi ajang mesum dan tindakan kriminal yang lain. (eru)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini