kini-sajimin-dan-isteri-tak-lagi-tidur-bersama-kambingPasangan suami isteri, Sajimin (60) dan Paniyem (57), di depan rumah lamanya sebelum dibangun total atas bantuan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa. (sutaryono/koranbernas.id)


St Aryono

Kini Sajimin dan Isteri Tak Lagi Tidur Bersama Kambing

SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL – Wajah ceria nampak terpancar jelas pada Sajimin (60) dan Paniyem (57) isterinya. Sebab, rumahnya yang dulunya reyot berdinding gedek dan nyaris ambruk, kini berubah total menjadi rumah tembok yang kokoh.


Baca Lainnya :

 

Karena kemiskinan, pasangan suami isteri yang tinggal di Padukuhan Ngembes RT 04 RW 01 Kalurahan Pengkok, Kapanewon Patuk, Gunungkidul, ini puluhan tahun menempati rumah reyot. Bahkan, buruh tani ini harus tidur bersama kambing miliknya. Maklum, rumah yang sempit itu mengharuskan tidurnya, termasuk menjalankan sholat pun, tidak bisa berpisah dengan kambing peliharaannya.


Baca Lainnya :

 

Tetapi semua itu sudah berlalu. Berkat bantuan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, hanya buruh waktu 14 hari, rumahnya yang reyot itu berubah drastis. Setiap hari puluhan anggota TNI bersama warga setempat bergotong royong membangun rumah yang dihuni pasangan Sajimin-Paniyem itu. Puncaknya, Rabu (5/8/2020), program bedah rumah tidak layak huni ini diresmikan oleh Danrem 072/ Pamungkas Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan, didampingi Dandim 0730 Gunungkidul Letkol Inf Noppy Laksana Armyanto, ditandai pengguntingan pita dan penyerahan kunci pada pemilik rumah.

 

Panewu Patuk, R Haryo Ambar Suwardi, dalam kesempatan itu atas nama pemilik rumah dan masyarakat Kapanewon Patuk, menghaturkan banyak terima kasih kepada Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa yang telah membangunkan rumah warganya menjadi megah.

 

“Sebelumnya, rumah ini sangat jelek, dengan lantai tanah dan tiang yang sudah rapuh, bahkan seakan tinggal nunggu ambruknya saja. Tetapi sekarang ini rumah berukuran 6 meter X 9 meter ini justru paling baik dibanding tetangga dekatnya,” kata Haryo.

 

Pasangan suami istri Sajimin dan Paniyem bekerja sebagai buruh tani. Satu-satunya harta paling berharga hanyalah 1 ekor kambing. Tidak mengherankan, ternak ini selalu bersama, termasuk ketika tidur. Karena keterpaksaan, bau tidak sedap dari kandang kambing tidak pernah dirasakan. Hewan itu sudah menyatu dengan keluarga, bahkan seolah menjadi anak kandungnya.

 

Bedah rumah yang dilakukan TNI dengan bantuan Kasad ini menjadi keberuntungan tersendiri. Karena rumah tersebut tidak hanya dibongkar total, tetapi juga dilengkapi fasilitas air minum dengan memasang pompa pada sumur di belakang rumah.

 

Sebelumnya, suami istri itu harus menimba di sumur. Kini, tinggal tekan tombol, listrik sudah menyala dan air untuk kebutuhan hidup sudah mengucur.

 

Kebahagian semakin lengkap karena TNI juga membuatkan kandang kambing tersendiri dan terpisah dengan rumah. Bahkan, kambingnya kini bertambah menjadi 3 ekor karena dibantu Kasad dan pemerintah kalurahan.

 

Ketika diminta kesannya setelah menerima kunci, Sajimin  hanya duduk termangu, seakan kehabisan kata-katanya untuk mengungkapkan syukur dan terima kasihnya pada TNI yang telah membangun rumahnya.

 

Kula namung matur nuwun kalih pak tentara (saya hanya mengucapkan teriam kasih pada pak tentara (TNI),” kata Sajimin terbata-bata. Sementara Paniyem, isterinya, berulang kali mengusap air mata yang membasahi wajahnya, tanda sebuah keharuan.

 

Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan, menegaskan kegiatan bedah rumah bantuan Kasad di Patuk, Gunungkidul ini merupakan salah satu dari 5 rumah se-Indonesia yang mendapat bantuan untuk direhab total. “Ini menjadi kado istimewa keluarga ini dalam rangka menyambut HUT kemerdekaan RI,” tegasnya. Dalam kesempatan ini diserahkan juga puluhan paket sembako. (eru)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini