kapal-nelayan-tergulung-ombak-di-pelabuhan-sadengKapal nelayan nyaris tenggelam akibat digulung ombak di kawasan pelabuhan Pantai Sadeng, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul, Rabu (12/8/2020). (sutaryono/koranbernas.id)


St Aryono

Kapal Nelayan Tergulung Ombak di Pelabuhan Sadeng

SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL – Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta akan adanya gelombang tinggi di kawasan pantai selatan Gunungkidul, menjadi kenyataan. Sebuah kapal nelayan tergulung ombak di kawasan pelabuhan pendaratan ikan Pantai Sadeng wilayah Kalurahan Pucung, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul, Rabu (12/8/2020) siang.

Kapal ikan berbobot 5 grosston dengan 6 penumpang itu berhasil selamat, meskipun kapal dengan muatan penuh ikan hasil tangkapan sudah posisi miring dan nyaris tenggelam akibat digulung gelombang tinggi. Kapal cepat mendapat pertolongan karena saat ombak besar menerjang, posisi kapal “Restu Putra” ini sudah berada di pinggir pantai di kawasan pelabuhan pendaratan ikan Pantai Sadeng.


Baca Lainnya :

Dalam kondisi kapal sudah miring, langsung ditarik oleh beberapa nelayan yang kebetulan berada di pinggir pelabuhan, sehingga semua awak kapal selamat, dan badan kapal hanya mengalami kerusakan ringan.

Menurut saksi, Manyul (35), nelayan Pantai Sadeng warga Kalurahan Songbanyu, Kapanewon Girisubo, peristiwa ini berawal ketika kapal dengan tekong atau nahkoda Cimeng (26), warga Ngasem, Girisubo, bersama 5 orang awak kapal masing-masing Mujito (40), Widianto (55), Wiyono (37), Bakir (39) dan Angga (28), semuanya warga Kalurahan Pucung, Kapanewon Girisubo, akan mendarat ke pelabuhan setelah 5 hari melaut mencari tangkapan ikan.


Baca Lainnya :

“Sejak beberapa mil sebelum sampai pelabuhan, kapal ini sudah terombang-ambing ombak. Namun karena ukuran kapal agak besar, maka Cimeng selaku tekong masih mampu menguasai lajunya kapal,” kata saksi.

Namun deburan gelombang tinggi tidak reda, justru semakin besar. Akhirnya, tinggal beberapa puluh meter akan berlabuh, kapal ini oleng dan posisi sudah miring nyaris tenggelam.

“Beberapa nelayan yang berada di pinggir pelabuhan langsung bergerak memberikan pertolongan. Meskipun harus bersusah payah, namun berhasil diselamatkan, termasuk puluhan kuintal ikan hasil tangkapannya,” tambah Manyul.

Sebagaimana diketahui, BMKG merilis pada Rabu (12/8/2020) ini wilayah perairan Yogyakarta akan terjadi gelombang tinggi antara 4 meter hingga 6 meter. Bahkan sejak pagi puluhan nelayan bergotong royong mengevakuasi kapal yang berada di pinggir pantai, diboyong ke lokasi jauh dari bibir pantai, dan lokasinya lebih tinggi. Para nelayan juga tidak melaut, bahkan di antara nelayan berjaga-jaga di dekat deretan kapal yang diparkir.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto, mengatakan seluruh personil SAR Satlinmas disiagakan untuk memantau masing-masing pantai. (eru)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini