hatihati-ada-pensiunan-pertamina-buka-praktik-pengobatan-ilegalKasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riyan Permana Putra, saat memberi keterangan pers di Mapolres Gunungkidul, Kamis (23/7/2020). (sutaryono/koranbernas.id)


St Aryono

Hati-hati, Ada Pensiunan Pertamina Buka Praktik Pengobatan Ilegal

SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL – Berbekal lulusan Sekolah Perawat Kesehatan (SPK), seorang pensiunan pegawai Pertamina, M (57), warga Tangerang Selatan, ditangkap polisi karena membuka praktIk pengobatan ilegal. Tersangka ditangkap saat sedang melayani pasien di poliklinik di Kalurahan Umbulrejo, Kapanewon Ponjong.


Baca Lainnya :

 

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riyan Permana Putra, kepada wartawan di Mapolres Gunungkidul, Kamis (23/7/2020), mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait dengan layanan klinik ilegal yang dilakukan tersangka. “Tersangka melakukan praktik di poliklinik ini sejak September 2019 lalu,” tegasnya.  


Baca Lainnya :

 

Meskipun pengobatan yang dilakukan pelaku ini ilegal karena tidak mempunyai izin, namun menurut Kasat Reskrim, banyak warga sekitar yang memanfaatkan jasanya. “Namun dibalik semua itu, ada warga yang curiga dengan masalah perizinan sehingga kami melangkah untuk melakukan penyelidikan,” ujarnya.

 

Setelah melakukan pemeriksaan, ada bukti-bukti yang mengarah adanya layanan praktik kesehatan tanpa izin. “Kami langsung datangi klinik dan pemilik tidak bisa menunjukan izin beroperasi,” tambahnya.

 

Berdasarkan hasil dari pemeriksaan, tersangka adalah pensiunan pegawai Pertamina. Selain itu, ia juga pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Perawat Kesehatan (SPK).

 

“Pengetahuan selama bersekolah inilah yang dijadikan modal untuk membuka praktik kesehatan kepada masyarakat. Dalam melakukan aksinya pelaku berpakaian lazimnya dokter,” kata AKP Riyan.

 

Perbuatan tersangka M dijerat pasal 79 Undang-Undang No 29/2004 tentang Praktek Kedokteran. Adapun ancamannya kurungan paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 150 juta.

 

Sejumlah barang bukti diantaranya satu set tempat tidur pasien, tiang infus, tensimeter, kursi roda, jas warna putih, 15 kantong infus, delapan selang infus, hingga obat-obatan untuk menunjang praktik kesehatan.

 

Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Enny Nurwidiastuti, meminta masyarakat untuk mewaspadai adanya praktik kesehatan ilegal. Menurut dia, jajarannya akan terus melakukan upaya keamanan dan ketertiban lingkungan masyarakat. (eru)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini